Undip Kembangkan eBro, Teknologi Peternakan Ayam Broiler Berbasis Internet

SetyoNt - Kamis, 20 Agustus 2026 09:45 WIB
Undip Kembangkan eBro, Teknologi Peternakan Ayam Broiler Berbasis Internet. (dok. Humas Undip)

Semarang, Jatengaja.com - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melalui inovasi teknologi eBro (makes broiler production easier) kembangkan teknologi peternakan ayam broiler berbasis Internet of Things (IoT).

Teknologi eBro merupakan hasil penelitian yang dikembangkan oleh dosen Teknik Mesin Undip, Prof. Dr. Eng. Munadi beserta tim, untuk membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan kandang ayam broiler closed house.

Hingga saat ini, teknologi eBro telah diterapkan dan dimanfaatkan oleh peternak ayam broiler di Nanggulan dan Kalibawang, Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandungan, Kabupaten Semarang; Gunungpati, Kota Semarang; serta Bandar, Kabupaten Batang.

Pengembangan teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan hasil penelitian perguruan tinggi yang secara langsung dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler.

Dalam proses produksinya, ayam broiler dapat dipelihara menggunakan sistem kandang open house maupun closed house.

Sistem closed house menawarkan sejumlah keunggulan karena kondisi lingkungan kandang dapat dikendalikan dengan lebih baik, mulai dari temperatur, kelembapan, hingga sirkulasi udara.

Sistem ini juga memungkinkan kepadatan populasi yang lebih tinggi, tingkat mortalitas yang lebih rendah, serta efisiensi pakan, dan hasil panen yang lebih baik.

Tim peneliti Undip juga mengembangkan eBro sebagai sistem pemantauan dan pengendalian kondisi kandang secara terintegrasi.

Sistem eBro terdiri atas perangkat sensor untuk mengukur temperatur, kelembapan, tekanan, kecepatan udara, kadar amonia, intensitas cahaya, sistem komunikasi sensor LoRa, Human Machine Interface (HMI) berbasis Message Queuing Telemetry Transport (MQTT), serta sistem alarm exhaust fan tidak berputar yang semuanya terintegrasi dengan website IoT.

Sensor yang ditempatkan di dalam kandang mampu membaca kondisi lingkungan secara real-time. Sistem tersebut mendukung pengendalian parameter lingkungan ketika kondisi kandang berada di atas maupun di bawah standar pemeliharaan ayam broiler.

Melalui HMI, ABK dapat melihat sekaligus mengatur parameter lingkungan kandang, sedangkan melalui website IoT, pemilik kandang maupun perusahaan kemitraan dapat memantau kondisi kandang dari berbagai lokasi.

Penerapan teknologi ini menjadi penting karena kenyamanan dan pertumbuhan ayam broiler sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kandang hingga periode panen pada umur 30–40 hari.

Temperatur, kelembapan, tekanan, kecepatan udara, dan kadar amonia perlu dijaga agar sesuai dengan standar pemeliharaan.

Pemanfaatan eBro memberikan dampak langsung terhadap pengelolaan peternakan. Peternak dan perusahaan kemitraan dapat memantau kandang dari jarak jauh.

Berdasarkan penerapan eBro pada peternakan yang telah menggunakan teknologi tersebut, efisiensi pengelolaan kandang memberikan peluang bagi peternak untuk menekan biaya operasional langsung hingga di bawah Rp2.000 per ekor ayam.

Dengan Indeks Performa (IP) rata-rata di atas 450, potensi keuntungan peternak dapat mencapai lebih dari Rp4.000 per ekor ayam.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital pada peternakan tidak hanya mempermudah proses monitoring, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi secara langsung melalui efisiensi operasional dan peningkatan kinerja produksi. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS