Wagub Jateng Dorong Dilakukan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kekeringan

SetyoNt - Selasa, 25 Agustus 2026 20:24 WIB
Wagub Jateng) Taj Yasin Maimoen mendorong Dilakukan Modifikasi Cuaca untuk atasi kekeringan di 14 daerah. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Batang, Jatengaja.com - Sebanyak 14 daerah di Jawa Tengah (Jateng) oleh BMKG ditetapkan berada dalam status awas kekeringan meteorologis untuk periode 21-31 Agustus 2026.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofifika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, ke-14 daerah tersebut yakni Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri.

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Taj Yasin Maimoen menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi ancaman kekeringan di 14 daerah tersebut.

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Jateng adalah melakukan modifikasi cuaca, untuk mengurangi dampak kekeringan di daerah tersebut.

“Kami mendorong dilakukan modifikasi cuaca dengan harapan bisa mengurangi kekeringan panjang di tahun ini,” kata Taj Yasin, seusai memberikan mauidhah hasanah pada acara Dzikro Maulidurrosul Muhammad SAW di Ponpes Ar Roudloh Babadan, Limpung, Batang, Selasa 25 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Taj Yasin mengatakan, peringatan kekeringan dari BMKG tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan air dalam jangka panjang. Salah satunya, dengan memastikan pembangunan tetap menyediakan ruang bagi air untuk meresap ke dalam tanah.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyoroti pembangunan permukiman yang terlalu banyak menggunakan beton, sehingga mengurangi area resapan air.

“Ini peringatan buat kita, bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.

Gus Yasin mendorong agar pembangunan perumahan tidak seluruhnya menutup permukaan tanah dengan beton, tapi perlu ada biopori dan sumur resapan di lingkungan rumah.

Sementara, untuk menghadapi dampak kekeringan yang sudah terjadi, Pemprov Jateng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS