Gubernur Jateng Tegaskan Pelaksanaan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 Tak AdaTitipan

SetyoNt - Sabtu, 13 Juni 2026 23:56 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tegaskan Pelaksanaan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 Tak Ada Titipan. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pelaksannaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 tak ada titip-titip dan jasa titipan (Jastip).

“Tagline SPMB Jawa Tengah ‘No Titip-titip, No Jastip’. Dengan begitu pelaksanaannya berjalan secara berintegritas sehingga semua calon peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama,” kata Luthfi di Semarang, Sabtu 13 Juni 2026.

Dalam penerimaaan siswa SPBM 2026, baik jalur maupun kuota sudah ditetapkan sejak awal. Di antaranya jalur dan kuota SMA Negeri meliputi domisili 33%, afirmasi 32%, prestasi 30%, dan mutasi 5%.

Sedangkan untuk jalur dan kuota SMK Negeri melalui prestasi sebesar 75%, afirmasi sebesar 15%, dan domisili sebesar 5%.

Untuk mengecek pelaksanaan SPMB tingkat SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027, gubernur Jawa Tengah (Jateng) meninjau langsung di Posko SPMB di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jateng dan SMA Negeri 3 Kota Semarang pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Berdasarkan peninjauan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan, rata-rata kendala yang dihadapi calon peserta didik dan orangtua/wali murid adalah terkait aplikasi. Namun, semua itu sudah langsung dapat diatasi melalui penjelasan dari petugas.

“Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya. Sampai sekarang pelaksanannya SPBM berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti,” Luthfi.

Ia mengapresiasi kinerja petugas SPMB yang memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Bahkan pada hari Sabtu yang biasanya kantor libur, para petugas tetap setia memantau sistem.

Begitu juga yang terlihat di SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi melihat para guru tetap siaga di sekolah untuk melayani masyarakat terkait SPMB.

Sementara , Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan untuk SPMB tahun ajaran 2026/2027 ini sudah dilakukan penguatan sistem dengan menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jateng dan perusahaan teknologi Alibaba.

Penguatan sistem tersebut untuk mencegah risiko jaringan drop, yaitu dengan menggunakan cloud server dengan teknologi auto scaling. Teknologi tersebut memungkinkan kapasitas server bertambah secara otomatis, mengikuti lonjakan jumlah pendaftar.

Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan sistem cadangan atau backup multi-zone. Jika salah satu pusat data mengalami gangguan, sistem cadangan di lokasi lain akan langsung mengambil alih, sehingga proses pendaftaran tidak terhenti.

Dari sisi keamanan, Sadimin memastikan data pribadi calon siswa terlindungi dari risiko kebocoran maupun serangan siber.

“Sistem keamanan diperkuat dengan teknologi verifikasi dan perlindungan berbasis cloud,” tandasnya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS