Proyek PSEL Semarang Raya Senilia Rp3 Triliun Diminati Puluhan Investor Asing
Semarang, Jatengaja.com - Proyek Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya senilai Rp3 triliun menarik minat puluhan investor asing.
Tercatat sebanyak 85 investor dari berbagai negara diketahui menunjukkan minat terhadap proyek Semarang Raya, yang akan dibangun di kawasan Tempat Pembuanag Akhir (TPA) Jatibarang Kota Semarang.
Dari 85 investor itu, sebanyak enam perusahaan telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi PSEL Semarang Raya untuk meninjau lokasi proyek diTPA Jatibarang, Kamis 4 Juni 2026.
- 2.700 Pelari dari 14 Negara Ikut Lomba Lari Lintas Alam Merbabu Skyrace 2026
- Kemenhaj Sebut Sesak Napas dan Jantung Banyak Diderita Jemaah Haji Indonesia
- Garap Peluang AI, Telkom Rilis AIcosystem
- Harga Cabai Merah Naik, Bulan Mei 2026 Jawa Tengah Alami Inflasi 0,23 Persen
- Jateng Luncurkan Program Pendidikan Koperasi di Sekolah Jenjang SD Hingga SMA
Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah seiring rencana kunjungan investor lainnya pada 8 Juni 2026 mendatang.
Tingginya minat investor tersebut menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mendukung transisi menuju energi bersih.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyatakan, persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional semata, tapi diperlukan lompatan inovasi agar sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat,” katanya dilansir semarangkota.go.id, Minggu 7 Juni 2026.
Melalui proyek PSEL Semarang Raya, imbuh Agustina, Kota Semarang tidak hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap investasi hijau dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.
"Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Semarang tidak hanya menjadi solusi untuk hari ini, namun juga menjadi investasi bagi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,”ujarnya.
- 6 Tim PPK Ormawa Undip Raih Pendanaan 2026 Kemendiktisaintek
- Aroma Floral Sampai Nuansa Minuman Jadi Tren Parfum 2026
- Penutupan Waisak 2026 Ditandai Terbangkan Ribuan Lampion di Candi Borobudur
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, menjelaskan tingginya minat investor mendorong Badan Pengelola Investasi Danantara untuk menyiapkan tahapan lanjutan, termasuk kunjungan lapangan dan finalisasi dokumen lelang.
"Hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Proyek PSEL Semarang Raya dirancang untuk melayani kawasan Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Kehadiran proyek ini menjadi contoh kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.(-)
