Ayatullah Ali Khamenei Gugur, Iran Berkabung 40 Hari
Iran, Jatengaja.com - Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei gugur, Pemerintah Republik Islam Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari, dan libur kerja selama sepekan.
Pengumumam masa berkabung nasional selama 40 hari ini berdasarkan laporan kantor berita Fars dan konfirmasi dari televisi pemerintah Iran.
Ayatullah Ali Khamenei gugur dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran Iran, Sabtu 28 Februari 2026.
- PSSI Awards 2026, Jay Idzes dan Rizky Ridho Bersaing Ketat
- Kemnaker Adakan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Gratis
- Tenaga Kerja Asal Batang Ikuti Pelatihan Kerja di China
- Dibintangi Sherina, Film Filosofi Teras Angkat Stoikisme
- Pempro Jateng Dorong UMKM Fashion Muslim ke Pasar Dunia
Dilansir dari infopublik.id, Ayatullah Ali Khamenei, dilaporkan menantu dan cucu Ayatullah juga tewas serta para pemimpin utama Negeri Mullah tersebut, yakni Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mohammad Pakpour, serta Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani.
Serangan gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutu terdekatnya di Timur Tengah itu tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
Palang Merah Iran (IRCS) melalui kantor berita Mehr menyatakan, sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka akibat agresi tersebut. Sebagian besar korban adalah anak-anak sekolah.
Pemerintah Iran merespons serangan itu dengan meluncurkan rudal balasan ke wilayah Israel dan sejumlah instalasi militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi itu memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional di kawasan yang sudah puluhan tahun dibayangi peperangan tersebut.
Sementara, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran.
Merujuk imbauan resminya, Kemlu RI meminta agar Warga Negara Indonesia tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mematuhi aturan setempat, serta senantiasa menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran .
"KBRI Teheran telah menerbitkan edaran terbaru yang memuat saran dan langkah konkret yang dapat ditempuh guna memastikan keselamatan dan keamanan WNI," kata Jubir Kemlu RI Yvonne Mewengkang melalui keterangan resmi, Sabtu (28/2/2026). (-)
