Pempro Jateng Dorong UMKM Fashion Muslim ke Pasar Dunia

SetyoNt - Jumat, 27 Februari 2026 21:18 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (pakai peci) saat membuka D’Modifest 2026 di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat 27 Februari 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) fashion muslim untuk naik kelas hingga ke pasar global dunia.

Untuk itu Pemprov Jateng melalui Dewan Kerajinan Nasiona Daerah menggelar Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di Atrium The Park Mall Semarang 27 Februari -1 Maret 2026

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen menyatakan Jawa Tengah tidak kekurangan talenta desainer. Sejak 2017, sejumlah desainer daerah sudah tampil di panggung internasional.

Pada 2022, desainer asal Purbalingga kembali menembus pasar luar negeri, bahkan SMK dan pesantren seperti SMK NU Banat Kudus pernah tampil di Eropa hingga Rusia.

“Penguatan UMKM bukan sekadar program rutin, tetapi kebutuhan untuk menumbuhkan ekonomi daerah, maka mereka harus kita dorong terus,” kata Taj Yasin saat membuka acara D’Modifest 2026 di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat 27 Februari 2026

Menurut, wagub Jateng adannya fenomena kampung desainer yang melayani pesanan ekspor dari rumah juga disebut sebagai bukti bahwa daya saing itu sudah ada.

“Orangnya di rumah, tapi order dari luar negeri. Artinya potensinya nyata, tinggal kita perkuat ekosistemnya,” tandasnya.

Gus Yasin panggilan akrab wagub Jateng, juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas daerah. Contoh yang sudah terlaksana ialah tenun dari Klaten dipadukan dengan pewarnaan Pekalongan dan desain dari Grobogan. Model produksi kolaboratif semacam ini dinilai menjadi kekuatan baru industri kreatif Jateng.

Taj Yasin menyebut nama Dian Pelangi di Pekalongan sebagai salah satu ikon yang membuktikan bahwa fashion muslim bisa menembus pasar global.

“Tren busana muslim kini bukan lagi musiman, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup,” ujar Gus Yasin.

D’Modifest 2026 menghadirkan sekitar 50 stan yang memadukan fashion dan kuliner. Namun bagi Pemprov, festival ini adalah langkah awal menuju 2027, ketika Jawa Tengah mengusung tema pariwisata ramah muslim dan ekonomi halal.

Sementara, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng, Nawal Arafah Yasin, memaparkan kekuatan Jateng terletak pada skala dan ekosistemnya.

“Dengan ekosistem kreatif yang kuat, Jawa Tengah optimistis menembus pasar ekspor, minimal ke negara tetangga seperti Malaysia yang menjadi salah satu pengimpor busana muslim terbesar,” ujarnya.

Berdasarkan data SIDT-UMKM 2025, Jawa Tengah memiliki 4,45 juta unit UMKM, terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Jumlah UKM binaan Pemprov Jateng meningkat dari 167.391 unit pada 2020 menjadi sebanyak 198.780 unit pada 2025. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS