Undip Semarang Kembangkan Model Sawah Modern Berbasis Teknologi Tepat Guna

Rabu, 26 Agustus 2026 17:45 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

undip sawah.jpg
Undip Kembangkan Model Sawah Modern Berbasis Teknologi Tepat Guna. (dok. Humass Undip )

Semarang, Jatengaja.com  - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengembangkan model sawah modern berbasis teknologi tepat guna dan ramah lingkungan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di Penggaron, Semarang. 

Inovasi model sawah modern ini dikembangkan di atas lahan seluas dua hektar yang semula merupakan tanah telantar, tidak terurus beberapa tahun.

Kepala Kantor Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Prof Dr Sri Puryono, menjelaskan konsep sawah modern yang dikembangkan mengedepankan teknologi tepat guna, ramah lingkungan, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. 

“Sistem pengairan memanfaatkan enam panel surya dengan kapasitas sekitar 60 meter kubik per jam yang dioperasikan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB,” katanya.

Untuk mendukung ketersediaan air, lanjut Puryono, juga membuat pompa hidrolik yang dapat bekerja selama 24 jam.

Sumber air untuk persawahan berasal dari sungai yang berdasarkan hasil pengujian tidak terkontaminasi logam berat, dengan tingkat keasaman tanah telah diukur pada kisaran pH 7 hingga 8.

Menurutnya, pada tahap awal, varietas padi yang ditanam adalah Inpari (Inbrida Padi Irigasi) dan Inpago yakni varietas unggul padi gogo yang cocok ditanam di lahan kering. 

Selanjutnya, Undip akan mengembangkan varietas unggul hasil persilangan Rojolele dengan varietas padi dari Jepang. 

Pengembangan juga akan dilanjutkan dengan uji coba padi merah kaya nutrisi dan serat yang cocok untuk penderita diabetes.

“Harapannya, uji coba ini dapat berhasil dan berproduksi optimal hingga menjadi model pengembangan pertanian yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan,” harap Prof Puryono.

Sementara, Wakil Rektor II Undip bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis dan Kerumahtanggaan, Dr Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt menegaskan pengembangan sawah modern di KHDTK Penggaron tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian. 

Kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pembelajaran dan penelitian, khususnya sebagai laboratorium pertanian.

Menurutnya, keberadaan lahan pertanian produktif di kawasan KHDTK juga dapat dikembangkan secara terpadu dengan potensi wisata alam. Konsep edu-ekowisata hutan menjadi salah satu arah pengembangan kawasan tersebut.

“Diharapkan kawasan KHDTK UNDIP di Penggaron dapat berkembang menjadi edu-ekowisata hutan,” ujarnya.

Untuk itu, Undip akan bekerjasama dengan komunitas jeep di sekitar kawasan untuk mendukung edu-ekowisata hutan. 

Integrasi antara pertanian, pendidikan, penelitian, dan wisata diharapkan menjadikan KHDTK Penggaron sebagai kawasan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus edukatif.

“Kehadiran Undip adalah berdampingan dengan masyarakat, yang dingggap sebagai keluarga,” katanya.

Karena itu, pengembangan kawasan produktif di KHDTK Penggaron tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. (-)