Udinus Hibahkan Alat ToyaKU, Inovasi Air Minum dari Udara ke Pemprov Jateng

Selasa, 05 Mei 2026 21:57 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

air udinus.jpg
Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono (kanan) menyerakan alat ToyaKU kepada Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno di Semarang, Selasa 5 Mei 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang memberikan bantuan hibah berupa alat penghasil air minum dari udara kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

Alat yang diberi nama ToyaKU tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan Udinus untuk memperoleh air minum tanpa bergantung sumur, sungai, atau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Penyerahan ToyaKU dilakukan Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno di Semarang, Selasa 5 Mei 2026.

"Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang melakukan inovasi untuk ToyaKU ini. Ini luar biasa menangkap air dari udara. Tadi saya mencoba airnya segar," kata Sumarno.

Air ToyaKU, lanjut Sumarno, tidak berbeda dengan air yang bersumber dari mata air, sehingga menyampaikan terima kasih kepada Udinus yang sudah memberikan kontribusi untuk masyarakat Jawa Tengah.

Terlabih lagi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi kemarau panjang akan terjadi mulai Juni. 

"Mudah-mudahan dengan adanya alat seperti ini, juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air, utamanya air bersih di musim kemarau nanti,” ujar Sumarno.

Sekda menambahkan agar teknologi tersebut dikembangkan, sehingga dapat diperbanyak unitnya, guna membantu daerah yang mengalami kesulitan air bersih atau daerah yang tidak memiliki mata air.

Sementara, Rektor  Udinus Pulung Nurtantio Andono menjelaskan, ToyaKU adalah Smart Atmosphere Water Federation yang lahir dari riset oleh mahasiswa Udinus. 

Keunggulannya, berupa kemandirian sumber daya yaitu memanen air langsung dari udara yang sudah dilengkapi fitur kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Things). 

"Insya Allah kesehatannya terjamin karena sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang," katanya. 

Pulung mengatakan riset yang diciptakan Udinus diharapkan bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat, sehingga melalui hibah yang diserahkan kepada Pemprov Jateng bisa dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar. 

"Kami percaya bahwa pemerintah provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal," ujarnya. 

Ia menambahkan tengah mengupayakan hak paten untuk ToyaKU, karena saat sudah memiliki sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. 

“Kemampuan ToyaKU memproduksi air sebesar 8 liter dalam kurun waktu 12 jam,” kata Rektor Udinus. 

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto menyatakan, alat hibah dari Udinus akan ditempatkan di ruang-ruang publik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

"ToyaKU ini akan kami tempatkan di ruang publik, di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya seluruh tamu yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmatinya,” ujarnya. (-)