Ramadan
Rabu, 11 Maret 2026 22:55 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Jatengaja.com - Bulan Ramadan senantiasa dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia, karena adanya pahala yang belimpah, bahkan ada satu malam yang istimewa, dengan pahala sangat besar yakni kebaikan yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan.
Malam itu adalah Lailatul Qadar, yang turun pada sepuluh malah terakhir Ramadan terutama malam tanggal ganjil yakni 21, 23, 25, 25, 27, dan 29. Untuk menjemput keistimewaan tersebut melalui iktikaf.
Dilansir dari Trenasia.id, mazhab Al-Hanafiyah mendefinisikan iktikaf sebagai berdiam diri di masjid yang biasa digunakan untuk salat berjamaah, sedangkan mazhab Asy-Syafi’iyyah memaknai iktikaf sebagai berdiam diri di masjid dengan melakukan berbagai amalan tertentu yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Terkait waktu pelaksanaan iktikaf, para ulama memiliki pendapat yang berbeda, mazhab Al-Hanafiyah, membolehkan iktikaf dilakukan dalam waktu singkat tanpa batasan batasan tertentu.
Sedangkan, mazhab Al-Malikiyah berpendapat minimal waktu iktikaf adalah satu hari satu malam. Dengan demikian, iktikaf dapat dijalankan dalam berbagai durasi, mulai dari beberapa jam hingga sehari semalam.
Adapun, tempat pelaksanaan iktikaf berdasarkan Alquran Surah Al-Baqarah ayat 187 menyebutkan iktikaf dilakukan di masjid. Namun, para ulama memiliki perbedaan pandangan mengenai jenis masjid yang dapat digunakan.
Sebagian ulama, seperti Al-Hanafiyah mensyaratkan bahwa masjid yang digunakan untuk iktikaf harus memiliki imam dan muadzin khusus,sedangkan Al-Hanabilah berpendapat iktikaf dapat dilaksanakan di masjid yang biasa digunakan untuk salat berjamaah, meski bukan masjid yang digunakan untuk salat Jumat.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut tips iktikaf untuk mendapat Lailatul Qadar:
Niat adalah dasar utama dalam beriktikaf. Pastikan tujuanmu benar-benar untuk mencari rida Allah dan memohon ampunan-Nya. Hindari niat yang bersifat duniawi, seperti hanya mengikuti teman atau sekadar ingin menghindari pekerjaan rumah.
Sebelum memulai iktikaf, pastikan seluruh pekerjaan atau tanggung jawab telah diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini penting agar pikiranmu tetap tenang dan tidak terbagi, sehingga dapat lebih fokus saat beribadah, baik ketika sujud maupun saat membaca Al-Qur’an.
Iktikaf membutuhkan daya tahan yang kuat. Maka dari itu, pastikan mengonsumsi makanan bergizi saat berbuka puasa dan sahur sebelum menjalani masa iktikaf. Sebaiknya kurangi makanan yang terlalu berminyak karena dapat menyebabkan rasa kantuk berlebihan atau gangguan pencernaan, sehingga ibadah dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan fokus.
Lokasi masjid sangat menentukan kelancaran ibadah sekaligus aktivitas kerjamu. Sebaiknya pilih masjid yang lokasinya dekat dengan kantor atau berada di jalur perjalanan pulang ke rumah.
Kamu tidak harus berada di masjid selama 24 jam penuh jika masih terikat dengan pekerjaan. Banyak ulama membolehkan iktikaf dilakukan dalam waktu tertentu. Kamu bisa datang ke masjid setelah salat Isya, lalu berniat iktikaf hingga menjelang Subuh.
Bagian akhir Ramadan merupakan waktu yang sangat baik untuk memperbanyak amal kebaikan. Amalan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti memperbanyak salat malam dengan lebih khusyuk, rutin membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, dan memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh.
Dalam hadis, malam-malam ganjil mendapatkan perhatian khusus. Oleh karena itu, jika energi dan waktu yang dimiliki terbatas, malam ganjil sebaiknya menjadi prioritas utama untuk beribadah.
Mencari Lailatul Qadar bukan sekadar meramaikan satu malam dengan ibadah, lalu kembali lalai pada malam berikutnya. Ibadah yang dilakukan secara terus-menerus akan membuat hati tetap terjaga dan lebih siap menyambut datangnya malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Lailatul Qadar adalah malam yang sangat berkaitan dengan ampunan Allah. Jadi, kamu harus memperbanyak doa dan istighfar. Tidak harus menunggu doa yang panjang atau rumit, yang terpenting adalah ketulusan hati, merasa butuh kepada Allah, dan sungguh-sungguh memohon ampunan-Nya.
Lailatul Qadar adalah malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam lebih baik daripada seribu bulan. Malam tersebut menjadi puncak dari berbagai kemuliaan di bulan Ramadan 2026. Namun, di balik keistimewaannya tersebut, tersimpan sebuah misteri besar tentang kapan tepatnya malam mulia itu terjadi.
Mayoritas ulama merujuk pada hadis sahih riwayat Imam Bukhari, di mana Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Pada tahun 2026, malam-malam ganjil tersebut meliputi:
- Malam 21 Ramadan: 11 Maret 2026
- Malam 23 Ramadan: 13 Maret 2026
- Malam 25 Ramadan: 15 Maret 2026
- Malam 27 Ramadan: 17 Maret 2026
- Malam 29 Ramadan: 19 Maret 2026
Para ulama menjelaskan waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Hal ini diyakini sebagai hikmah agar umat Islam beribadah tidak hanya pada satu malam tertentu.
Dalam berbagai hadis disebutkan, Lailatul Qadar berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Karena memiliki keutamaan yang sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut. Amalan yang bisa dilakukan antara lain salat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, dan memohon ampunan kepada Allah. (-)
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 11 Mar 2026
Bagikan