Waspada Jelang Lebaran, Ini Cara Bedakan Uang Asli atau Upal
Jatengaja.com - Masyarakat agar waspada menjelang lebaran atau Idulfitri terhadap peredaran uang palsu (upal), karena meningkatnya transaksi uang tunai mulai dari pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), penukaran uang baru, hingga belanja kebutuhan lainnya.
Fenomena ini kerap memanfaatkan kelengahan masyarakat saat bertransaksi di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga penjualan musiman. Selain itu, generasi muda yang aktif berbelanja maupun menjalankan usaha kecil selama Ramadan turut menjadi kelompok yang rentan terdampak
Momentum Lebaran identik dengan perputaran uang tunai dalam jumlah besar dan waktu transaksi yang cepat. Situasi ramai dan antrean panjang membuat proses pengecekan uang sering kali tidak dilakukan secara teliti, sehingga pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyelipkan uang palsu dalam transaksi.
- Harga Emas Naik, Jateng Alami Inflasi 0,76 Persen
- BI Imbau Masyarakat Tukar Rupiah di 251 Layanan Resmi
- SMBC Indonesia Berhasil Catat Pertumbuhan Selama 2025
- Pedaftaran Mudik Gratis Telkom Mulai Dibuka
- Kemenag Siapkan 6.800 Masjid Tempat Istirahat Pemudik
Di kalangan anak muda, transaksi uang secara tunai menjadi salah satu kegiatan yang sangat rentan. Hal ini dikarenakan banyak anak muda yang terbiasa melakukan transaksi digital melalui QRIS maupun transfer. Oleh karena itu, anak-anak muda perlu waspada dan membedakan ciri dari uang asli dan palsu.
Melansir dari Bank Sinarmas yang dilansir dari Trenasi.id, , Rabu, 4 Maret 2026, berikat cara membedakan uang asli atau aspal dapat dilakukan menggunakan metode sederhana 3D; Dilihat, Diraba, Diterawang:
Dilihat
Caranya dapat dilihat berdasarkan warna uang asli tampak lebih tajam dan tidak terlihat kusam. Selain itu, terdapat gambar pahlawan dan ornamen dengan detail jelas di beberapa sudut uang tersebut.
Di dalam uang kertas yang asli, terdapat elemen pengaman seperti tinta berubah warna (color shifting ink) pada nominal tertentu, dan komponen tersebut menjadi salah satu pembeda yang cukup terlihat.
Diraba
Uang asli memiliki tekstur kasar pada bagian tertentu seperti gambar utama, angka nominal, dan tulisan “Bank Indonesia”. Selain itu, uang tersebut terasa lebih tebal dan tidak licin seperti kertas biasa. Jika Anda mendapatkan uang yang tipis dan halus di seluruh sisi, maka segera sisihkan uang tersebut ke tempat berbeda.
Diterawang
Pada ini, uang rupiah asli akan menampilkan tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan yang menyatu dengan serat kertas dan terlihat jelas saat diarahkan ke cahaya. Benang pengaman tampak tertanam di dalam kertas, bukan ditempel di permukaan, serta terlihat sebagai garis memanjang.
Selain itu, terdapat gambar saling isi (rectoverso) yang akan menyatu sempurna antara sisi depan dan belakang ketika diterawang. Jika menemukan uang yang diragukan keasliannya, sebaiknya tidak diedarkan kembali dan segera dilaporkan ke bank atau pihak berwenang.
Tips Aman Bertransaksi Jelang Lebaran:
- Tukar uang hanya di bank atau tempat resmi seperti layanan KAS keliling dari Bank Indonesia.
- Hitung dan periksa uang sebelum meninggalkan lokasi transaksi.
- Gunakan pembayaran digital jika memungkinkan untuk mengurangi risiko tunai.
- Jika ingin menukarkan uang dengan nominal kecil dan jumlah yang tidak terlalu banyak, kunjungi gerai ATM Mandiri&BNI guna melakukan transaksi dengan nominal Rp10-20 ribu. (-)
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 04 Mar 2026
