Sejumlah Daerah Alami Kekeringan, BPBD Jateng Salurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

Kamis, 25 Juni 2026 14:15 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

bpbd bergas.jpg
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi. menyatakan telah menyalurkan bantuan air bersih untuk warga di sejumlah daerah alami kekeringan terdampak musim kemarau 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyalurkan bantuan air bersih untuk warga di sejumlah daerah alami kekeringan terdampak musim kemarau 2026.

Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah (Jateng) per 24 Juni 2026  telah menyalurkan sebanyak 654 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di enam kabupaten/kota.

Enam daerah itu masing-masing, kabupaten Klaten menjadi daerah dengan distribusi terbesar, yakni sekitar 553 ribu liter, disusul Purbalingga 30 ribu liter, Banjarnegara 26 ribu liter, Cilacap 20 ribu liter, Jepara 20 ribu liter, dan Purworejo 5 ribu liter.

Bantuan air bersih mencakup 7 kecamatan dan 11 desa. Bantuan tersebut telah menjangkau 4.808 kepala keluarga atau 16.258 jiwa.

Kepala BPBD Jawa Tengah (Jateng), Bergas Catursasi Penanggungan menyatakan, seluruh BPBD kabupaten/kota juga telah menyiapkan dukungan logistik air bersih, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026.

“Daata yang kami terima, BPBD kabupaten/ kota sudah menyiapkan secara totalitas sebanyak 123 juta liter air bersih,” katanya di Semarang, Rabu 24 Juni 2026.

Selain penyaluran air bersih, lanjut Bergas, sejumlah daerah juga telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Hingga akhir Juni 2026, terdapat delapan daerah yang telah menetapkan status tersebut, yakni Kabupaten Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, serta Kota Tegal dan Kota Salatiga.

Menurut Bergas, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan mengancam sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah, meliputi Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Sragen, Brebes, Tegal, Pemalang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Cilacap, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Jepara, dan Banjarnegara.

Meski sempat muncul kekhawatiran terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memengaruhi biaya operasional distribusi air bersih, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, Bergas memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Strateginya, pemerintah daerah diminta memaksimalkan anggaran yang tersedia pada Juni-Juli untuk distribusi air bersih. Sementara kebutuhan tambahan akibat kenaikan biaya operasional akan diakomodasi melalui perubahan anggaran.

Selain dropping air bersih, Pemprov Jateng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) juga memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur dalam dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan segera melapor melalui RT/RW, pemerintah desa, kecamatan, hingga BPBD setempat apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” imbau Bergas. (-)