Puncak Pusaka Jateng 2026, Usung Transformasi Pariwisata Sumber Pertumbuhan Baru

Minggu, 13 September 2026 18:31 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

bi pusaka.jpg
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho (dua dari kanan ) menyerahkan buku kepada Wagub Jateng, Taj Yasin pada puncak Pusaka Jateng 2026 di Semarang, Jumat 11 September 2026. (dok. Humas BI Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Puncak Pusaka Jateng (Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah) 2026.

Puncak Pusaka Jateng 2026  mengangkat tema “Transformasi Pariwisata Jawa Tengah sebagai Sumber Pertumbuhan Baru yang Inklusif dan Berkelanjutan” berlangsung di Ballroom  Hotel Padma, Semarang, Jumat 11 September 2026.

Forum PUSAKA yang diselenggarakan untuk kelima kali merupakan ajang kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai stakeholders untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta merumuskan rekomendasi solusi yang aplikatif melalui diskusi panel dan kompetisi karya tulis ilmiah.

Gelaran kegiatan Puncak Pusaka Jateng menjadi penutup seluruh rangkaian Forum PUSAKA JATENG 2026, yang terdiri dari acara Road to Forum PUSAKA JATENG pada bulan Maret 2026, Call for Paper (kompetisi karya ilmiah), dan Workshop Karya Tulis Ilmiah.

Acara Puncak PUSAKA JATENG 2026 dibuka Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024, Sandiaga Salahuddin Uno secara daring.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah (Jateng), M Noor Nugroho dalam sambutannya, menyampaikan momentum pertumbuhan ekonomi dan kestabilan harga perlu terus dijaga untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya terdapat area penguatan sektor ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja tinggi yang berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Area pertama adalah sektor ekonomi yang berkontribusi tinggi dan menjadi pondasi ekonomi, yakni sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan.

Area tersebut perlu diperkuat dengan integrasi sektor pertanian serta industri didukung dengan kegiatan perdagangan yang kuat.

Area kedua adalah sektor berorientasi penyerapan tenaga kerja sekaligus memiliki pertumbuhan relatif tinggi, seperti akomodasi dan makan minum.

“Aktivitas sektor ini sangat berkaitan dengan sektor pariwisata dan selaras dengan tema seminar Puncak Pusaka Jateng 2026,” kata Nugroho.

Ia menambahkan upaya memperkuat sumber pertumbuhan baru sehingga mampu mendorong sektor terkait berkontribusi lebih besar dapat dilakukan dalam kerangka teori ekonomi dengan pendekatan fungsi Cobb Douglas.

“Fungsi tersebut menunjukkan peningkatan output dipengaruhi oleh tiga variabel utama yaitu kapital atau investasi, tenaga kerja dan teknologi atau inovasi,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin dalam keynote speech menyatakan pentingnya mempertahankan dan terus meningkatkan kinerja pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi

“Pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru memiliki potensi besar dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan dan pemberdayaan UMKM,” ujarnya.

Jawa Tengah, lanjut Taj Yasin,  memiliki potensi pariwisata yang beragam dan dapat terus dikembangkan, salah satunya melalui wisata religi yang didukung kekayaan sejarah, budaya, serta keberadaan berbagai destinasi dan situs religi yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan PUSAKA JATENG 2026 yang menghasilkan karya ilmiah berkualitas sebagai dukungan bagi pengambilan kebijakan ekonomi Jawa Tengah,” katanya.

Sementara, insight pariwisata dari Sandiaga Uno menyampaikan pentingnya memperhatikan indikator wisata selain jumlah kunjungan wisatawan untuk mewujudkan kinerja pariwisata yang berkualitas.

“Indikator tersebut adalah lama tinggal wisatawan serta kunjungan berulang wisatawan.  Kunjungan berulang merupakan indikator penting bagi kualitas pariwisata di Jawa Tengah,” ujarnya.

Seminar Puncak PUSAKA JATENG 2026 menghadirkan tiga narasumber, yaitu Wakil Gubernur Bali Periode 2018-2023, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Tengah, Yusmanto S.Pi, M.Si, dan Wakil Ketua Bidang Pengembangan Akademik, Riset, dan Kajian ISEI Cabang Semarang, Prof. Firmansyah.

Diskusi pada seminar dipimpin oleh Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Farodillah Muqoddam.

Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyampaikan mengenai kisah sukses transformasi pariwisata berkualitas dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan bekerlanjutan di Bali.

Selanjutnya, Yusmanto S.Pi, M.Si membahas terkait pengembangan pariwisata ramah muslim berbasis desa sebagai sumber pertumbuhan baru Jawa Tengah.

Prof. Firmansyah mengangkat isu terkait optimalisasi peran pariwisata dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah.

Fokus Call For Papers tahun ini adalah menghasilkan rekomendasi implementatif dalam mendorong sumber pertumbuhan baru untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

Call For Papers PUSAKA JATENG 2026 berhasil menjaring enam paper terbaik dengan tema pariwisata, ekonomi kreatif berbasis pedesaan, ekonomi hijau, dan digitalisasi pemerintah daerah.

Paper tersebut selanjutnya disampaikan kepada pihak terkait khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui penyerahan bunga rampai dan forum diskusi lanjutan.

Forum PUSAKA JATENG diharapkan dapat menjadi wadah sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi berbagai isu strategis yang berbasis riset. 

Sehingga, memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pondasi ekonomi Jawa Tengah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan. (Adventorial).