Penuhi Kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 2022, BI Siapkan Uang Tunai Rp175,3 Triliun

Jumat, 18 Maret 2022 20:20 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

Ilustrasi uang tunai.
Ilustrasi uang tunai.

Jakarta, Jatengaja.com - Untuk memenuhi kebutuhan uang pada bulan Ramadan dan Idul Fitri pada 2022, Bank Indonesia (BI) mempersiapkan uang tunai senilai Rp 175,3 triliun.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman nilai uang tunai yang disiapkan untuk Ramadan dan Idul Fitri 2022 itu  nilainya naik sebesar 13,4% dibandingkan atas realisasi tahun lalu.

Aida S. Budiman memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh negeri, termasuk di daerah 3T, terdepan, terluar, dan terpencil, dan. Sejumlah strategi telah disiapkan, seperti memulai distribusinya segera sebelum bulan Ramadhan ke seluruh pelosok Indonesia.

"Kami memperkirakannya dengan melihat asumsi makro, tren realisasi historikal, dan program pemerintah bantuan sosial tunai masyarakat," katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) 18 Maret 2022.

Selain itu, melakukan edukasi cinta dan bangga rupiah yang tahun ini mengangkat tema Serambi Rupiah Ramadhan, Belanja Bijak dan Rawat Rupiah. Distribusi dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, mengandalkan layanan kas digital dengan gunakan aplikasi.

“BI juga melakukan ekspedisi rupiah berdaulat di wilayah 3T atau terdepan, terluar, terpencil, di 18 pulau dan 16 provinsi. Hal ini sebagai upaya memastikan ketersediaan uang tunai berkualitas dan terjaga di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Budiman.

Sementara, Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan, terus mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi secara cashless, termasuk di bulan Ramadan dan Idul Fitri. BI telah memperluas layanan QRIS hingga ke 15,7 juta merchant per Februari 2022.

"Kita lihat ada penggunaan yang terus meningkat juga secara volume," kata Perry Warjiyo.

Transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring. Juga dalam perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.

Pada Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 41,35 persen (yoy) mencapai Rp27,1 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 46,53 persen (yoy) menjadi Rp3.732,8 triliun. Inovasi sistem pembayaran terus didorong, termasuk akseptasi transaksi BI-FAST melalui perluasan kanal layanan, pendampingan kepada peserta, dan edukasi kepada masyarakat.

Guna mendorong konsumsi masyarakat, BI tetap melanjutkan implementasi program SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS untuk mendukung pencapaian 15 juta pengguna baru QRIS pada 2022. Koordinasi dengan Pemerintah terus dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan percepatan digitalisasi pembayaran melalui akselerasi elektronifikasi bansos, transaksi Pemda, dan transportasi.(-)

Tulisan ini telah tayang di kabarsiger.com oleh Yunike Purnama pada 18 Mar 2022