Air bersih
Rabu, 30 September 2026 21:42 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - BYD Indonesia membukukan penjualan lebih dari 40.600 unit kendaraan hingga Agustus 2026 dan menguasai sekira 37 persen pasar kendaraan listrik nasional.
Salah satu penyumbang penjualan mobil BYD terbanyak adalah provinsi Jawa Tengah, yakni lebih dari 3.000 unit kendaraan, serta menguasai sekitar 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik di Jawa Tengah.
Hal ini disampaikan Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan kepada wartawan di booth BYD pameran GIIAS di Muladi Dome Semarang, Rabu 30 September 2026.
“Lebih dari tiga ribu keluarga di Jawa Tengah saat ini telah menggunakan kendaraan BYD untuk mendukung mobilitasnya,” kata Luther.
Lebih lanjut ia menyatakan, potensi pasar kendaraan listrik di Jawa Tengah cukup besar, sehingga BYD akan menambah jaringan penjualan dan layanan purnajual agar mudah menjangkau masyarakat konsumen.
Saat ini, BYD telah memiliki tujuh dealer yang beroperasi di Jawa Tengah antara lain, Semarang, Solo, Klaten, dan Magelang.
“Saat ini sudah ada tujuh lokasi dan akan ditambah lagi, dengan target menjadi 16 lokasi,” ujar Luther.
Menurutnya, ekspansi jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkan BYD membangun ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah untuk kemudahan akses konsumen serta pelayanan purnajual.
“Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu pasar yang dibidik dalam ekspansi seiring meningkatnya jumlah pengguna kendaraan BYD,” katanya.
Ia menjelaskan, penjualan kendaraan listrik di Indonesia mengalami pertumbuhan siginifikan. Selama Januari-Agustus 2026, penjualan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) nasional telah mencapai lebih dari 110 ribu unit.
Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik tidak hanya terjadi pada kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), tapi segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) atau Dual Mode (DM) juga mengalami peningkatan.
Pada semester pertama 2026, penjualan BEV nasional telah melampaui 84.000 unit atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Untuk penjualan PHEV juga menunjukkan pertumbuhan signifikan mencapai sekitar 7.000 unit, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 di kisaran 2.000 unit.
“BYD memanfaatkan perkembangan tersebut dengan menghadirkan produk berbasis dua teknologi, yakni EV dan DM,” katanya.
Luther menambahkan ke depan peluang pasar kendaraan listrik terbuka lebar, karena 65 persen pasar kendaraan saat ini masih bergantung pada bahan bakar bersumber fosil.
“Dengan harga bahan bakar bensin yang cenderung naik, menjadi peluang sangat besar bagi kendaraan listrik,” tandasnya.
Dalam pameran GIIAS di Semarang, BYD menampilkan salah satu produk mobil PHEV andalan yakni M6 DM kepada masyarakat Jawa Tengah, khususnya warga Semarang.
Mobil M6 DM merupakan model Dual Mode pertama BYD di Indonesia, yang mengusung teknologi DM generasi kelima (5th Generation Dual Mode Technology) menghadirkan pengalaman berkendara yang gesit, andal, dan super irit.
Melalui kombinasi efisiensi, performa, serta fleksibilitas penggunaan yang lebih optimal. Dengan efisiensi bahan bakar hingga 65 km/liter, model ini hadir sebagai solusi mobilitas yang ekonomis, praktis, dan ramah lingkungan. (-)
Bagikan