Wagub Taj Yasin Targetkan Kemiskinan Jateng Turun Jadi 8,70% di Akhir 2026
Semarang, Jatengaja.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), Taj Yasin Maimoen manergetkan angka kemiskinan turun menjadi 8,70 persen pada akhir tahun 2026.
Saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Jawa Tengah per Maret 2026 masih mencapai 9,21 persen.
"Target kita angka kemiskinan ada diangka 8,70 persen di akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai,” katanya Taj Yasin Maimoen saat membuka acara Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah Tahap III Tahun 2026 di Kompleks Kantor Gubernur Jateng Semarang, Rabu 23 September 2026.
- Stok Beras Nasional Capai 26,91 Juta Ton, Bisa Penuhi Kebutuhan Hingga Juni 2027
- DPR RI Setujui RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria Jadi Undang-Undang
- BMKG Prediksikan Cuaca Panas di Jateng Diperkirakan Sampai Oktober Mendatang
Labih lanjut, Taj Yasin menyatakan, salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan adalah dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dengan ketersediaan hunian yang layak bagi masyarakat (backlog perumahan) di wilayahnya.
Berdasarkan data, hingga semester II tahun 2026, backlog perumahan di Jateng tercatat sekitar 990.000 unit. Angka ini menurun dibandingkan kondisi pada 2025 yang mencapai 1.332.968 unit.
Pada 2025 pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota, Baznas, perusahaan-perusahaan melakukan perbaikan sebanyak ratusan ribu unit RTLH di Jateng.
Taj Yasin mengatakan, sinergi dengan Baznas turut membantu Pemerintah Provinsi Jateng dalam menangani backlog perumahan, sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
"Terima kasih kepada Baznas yang hari ini menyalurkan zakat kepada para penerima berupa perbaikan rumah tidak layak huni. Ini membantu kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," Wagub Jateng.
Sementara, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji mengatakan, pada Tahap III 2026, Baznas menyalurkan bantuan rehabilitasi RTLH untuk 112 unit dengan total anggaran Rp2,011 miliar .
Menurutnya, total bantuan perbaikan RTLH yang disalurkan Baznas Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir tercatat: tahun 2022 sebanyak 250 unit senilai Rp4,375 miliar. Tahun 2023 sebanyak 65 unit senilai Rp 1,17 miliar.
Pada tahun 2024 sebanyak 591 unit senilai Rp10,896 miliar. Sedangkan pada tahun 2025 sebanyak 574 unit,senilai Rp 10,682 miliar.
“Sedangkan pada tahun 2026 ada sebanyak 237 unit rumah senilai Rp4,7 miliar,” kata Ahmad Darodji.
- Polda Jateng Limpahkan 38 Tersangka Penipuan Online Pig Butchering ke JPU
- Prabowo Instruksikan Kapolri All Out Usut Pelanggaran Kebakaran Hutan dan Lahan
- Pemprov Jateng Gulirkan Program JTAB Petani Gajian, Tiap Bulan Petani Dapat Gaji
Secara keseluruhan, Baznas Jawa Tengah menyebut bantuan RTLH sepanjang 2019–2026 telah mencapai 3.855 unit dengan total nilai Rp 49,174 miliar.
Salah satu penerima bantuan, warga Kabupaten Wonosobo, Badaruddin mengaku sangat terbantu dengan program rehabilitasi RTLH Baznas Jawa Tengah.
"Terima kasih sekali, semoga dengan bantuan yang diberikan melalui Baznas Provinsi Jawa Tengah, dapat dipergunakan untuk renovasi rumah yang kami tempati,dan menjadi berkah untuk anak-anak dan keluarga saya," ujarnya. (-)
