Pemkab Jepara Berkolaborasi dengan BI Jateng Gelar JIFBW 2026

Rabu, 11 Maret 2026 22:17 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

jepara.JPG
Penggunjung pameran Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2026. (dok. Humas BI Jateng)

Jepara, Jatengaja.com - Pemerintah Kabupaten Jepara berkolaborasi  dengan Kantor Perwakilan Bank lndonesia Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2026. 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, Andi Reina Sari menyatakan, perhelatan JIFBW menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dalam meningkatkan daya saing industri furniture Indonesia di kancah internasional.

“Dukungan penuh kami dalam JIFBW 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur industri furnitur nasional,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu 11 Maret 2026.

Ke depan, JIF BW diharapkan menjadi platform strategis permanen yang mengukuhkan posisi Jepara sebagai pusat infrastruktut furniture berkualitas tinggi.

“Sekaligus juga sebagi motor penggerak perekonomi daerah melalui sektor industri yang berkelanjutan,” ujarnya. 

Sementara, Ketua Jepara Gerak, Andang Wahyu Triyanto, menyampaikan JIFBW 2026 merupakan manifestasi dari semangat kolektif pengusaha lokal untuk bangkit dan bertransformasi. 

“Untuk itu pengusaha dituntut selalu melakukan inovasi desain dan memanfaatkan teknologi dalam melakukan produksi tanpa meninggalkan identitas khas ukiran Jepara guna memenuhi selera pasar global yang dinamis,” katanya.

Wakil Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, S. E, dalam sambutan saat membuka JIFBW 2026 menyampaikan komitmen penuh untuk menjadikan Jepara bukan sekedar pusat produksi, tetapi sebagai destinasi utama perdagangan fumitur dunia. 

“Prioritas utama pemerintah dalam mendukung para pelaku usaha dilakukan melalui kernudahan berinvestasi dan penguatan ekosistem industri local,” ujarnya. 

Wakil Ketua MPR Rl. Dr. Lestari Moerdijat yang hadir dalam pembukaan menyatakan industri furnitur adalah bagian dari katahanan ekonomi riasional berbasis budaya. 

“Dengan demikian, pelindungan terhadap kekayaan intelektual desain lokal serta penguatan regenerasi pengrajin furniture sangat perlu untuk diperhatikan agar keahlian unik Jepara tidak punah ditelan zaman,” katanya. 

Sedangkan, Asisten Direktur Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah. Meysara Cahyadi menyatakan dukungan yang diberikan fokus pada peningkatan daya saing ekspor produk furnitur dari Jepara. 

“Upaya yang dilakukan penguatan kapasitas UMKM , antara lain melalui pelaksanaan senifikasi halal bagi produk mebel untuk menembus pasar internasional,” ujarnya. 

Program ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih Iuas, khususnya menyasar segmen pasar negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim yang kini mulai menaruh perhatian besar pada aspek halal.

Pelaksanaan JIFBW 2026 dirancang untuk mempertemukan pembeli (buyers), produsen, desainer, dan pelaku industri digelar menggunakan dua format utama.

Pertama format Paineran Meeting Point berlokasi of Gedung Wanita Jepara dengan menampilkan produk unggulan dari exhibitor lokalyang berlangsung hingga 11 Maret 2026.

Kedua Paineran In-house berupa akses langsung buyer ke workshop dan pabrik para exhibitor yang dibuka hingga 8 April2026. 

Ini akan memberikan pengalaman mendalam bagi pembeli untuk melihat langsung kualitas material, kerumitan proses produksi, serta kapasitas manufaktur di Jepara. (-)