jawa tengah
Kamis, 14 Mei 2026 23:09 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 diperkirakan akan mendongkrak aktivitas ekonomi di kawasan sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, karena bakal dihadiri puluhan ribu orang.
Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan, antusiasme umat Buddha untuk mengikuti Waisak 2026 sangat tinggi.
“Hingga pertengahan Mei, jumlah umat Buddha yang terdaftar sudah mencapai sekitar 23 ribu orang dari berbagai wilayah di Indonesia,” katanya.
Peserta datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, dan paling banyak dari wilayah Jawa Tengah.
Menurut Tanto, jumlah pengunjung diperkirakan masih akan bertambah signifikan, terutama saat malam pelepasan lampion.
“Biasanya pada hari H masih banyak yang datang langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah hampir 10 ribu orang lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan banyaknya pengunjung menyebabkan hotel, homestay, hingga penginapan milik warga di sekitar Candi Borobduru hampir penuh terisi
“Momentum libur panjang pada akhir Mei juga menjadi faktor yang membuat Waisak tahun ini diprediksi lebih ramai dibanding tahun sebelumnya,” kata Tanto.
Sementara, Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, rangkaian Waisak sendiri sebenarnya telah dimulai sejak awal Mei 2026.
Namun, kegiatan besar akan berlangsung pada 23-24 Mei melalui bakti sosial kesehatan gratis di Candi Borobudur dengan target melayani sekitar 10 ribu pasien.
Selain kegiatan sosial, panitia juga menyiapkan sejumlah ritual sakral yang menjadi tradisi tahunan Waisak. Pada 29 Mei akan dilakukan pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Grobogan, dilanjutkan pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei.
“Puncak perayaan Waisak akan berlangsung pada 31 Mei 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, detik-detik Waisak tahun ini jatuh pada sore hari, tepat pukul 15.44 WIB. Karena itu, susunan acara juga mengalami penyesuaian,” ujar Karuna.
Prosesi akan dimulai sejak pagi hari dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Setelah detik-detik Waisak berlangsung pada sore hari, pelepasan lampion perdamaian akan dibagi dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB, kemudian dilanjutkan sendratari pada malam hari.
Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap penyelenggaraan Waisak Nasional 2026 sebagai agenda keagamaan nasional yang strategis.
“Waisak tidak hanya menjadi perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga simbol kuat toleransi, persatuan, dan moderasi beragama di Indonesia. Pemprov Jawa Tengah mendukung seluruh rangkaian kegiatan mulai dari bakti sosial kesehatan, ritual spiritual, hingga prosesi puncak Waisak di Borobudur,” kata Ahmad Luthfi juga memastikan akan hadir dalam rangkaian kegiatan Waisak di Borobudur. (-)
Bagikan