jawa tengah
Sabtu, 23 Mei 2026 19:32 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh menyatakan pentingnya menghubungkan teori politik dengan realitas praktik elektoral di Indonesia.
“Teori dalam ilmu politik tidak boleh berhenti sebagai konsep akademik semata, tetapi akan lebih bermakna jika bisa digunakan untuk membaca perilaku pemilih, strategi kampanye, dan dinamika kekuasaan yang nyata di lapangan,” katanya dalam diskusi bedah buku “Shortcut Teori‑Teori Pilihan dalam Ilmu Politik” Ruang Teater Gedung C FISIP Undip Semarang, Jumat 22 Mei 2026.
Bedah buku yang diadakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro ini menjadi ruang dialog antara akademisi dan praktisi dalam membedah relevansi teori politik dengan dinamika lapangan.
Lebih lanjut, Mohammad Saleh yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, menyatakan dalam praktik politik keputusan sering kali tidak sepenuhnya rasional seperti yang dijelaskan dalam teori klasik.
Namun, juga dipengaruhi faktor emosional, kedekatan sosial, hingga framing media turut memengaruhi pilihan politik masyarakat.
Fenomena politik kontemporer di era digital menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
“Saat ini pertarungan politik bukan hanya soal program, tetapi juga soal persepsi, narasi, dan bagaimana realitas dibingkai di ruang publik,” ujarnya.
Mohammad Saleh juga menyoroti perubahan lanskap politik akibat perkembangan teknologi digital, di mana media sosial telah mengubah cara kandidat membangun citra dan berinteraksi dengan pemilih.
“Dulu kampanye lebih banyak mengandalkan tatap muka. Sekarang, komunikasi politik terjadi setiap saat di media sosial. Ini membuat teori-teori politik harus mampu menjelaskan fenomena baru seperti digital campaigning dan microtargeting,” jelasnya.
Kegiatan bedah buku ini turut menghadirkan penulis buku, Muhammad Adnan yang memaparkan gagasan utama dalam bukunya, serta akademisi FISIP Undip Wijayanto yang mengulas dimensi politik digital.
Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono dalam sambutannya menyampaikan kegiatan bedah buku merupakan bagian dari upaya kampus memperkuat tradisi diskusi ilmiah yang kritis dan aplikatif.
Bedah buku ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta pemerhati politik yang antusias mendiskusikan bagaimana teori-teori pilihan dapat digunakan sebagai alat analisis dalam memahami politik Indonesia saat ini. (-)
Bagikan