jawa tengah
Selasa, 09 Juni 2026 23:15 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) Pusat menunjuk lima daerah di Jawa Tengah yakni Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta, dan Kota Semarang dmenjadi pilot project program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman).
Menurut Kepala BPOM Pusat, Taruna Ikrar alasan penujukan lima daerah di Jawa Tengah menjadi pilot project karena banyak tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan menjadi aneka jamu.
“Minum jamu di provinsi Jawa Tengah juga sudah membudaya. Sejauh ini pemanfaatan jamu tersebut juga dinilai aman,” kata Taruna Ikrar pada Kick Off Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menilai, tanaman obat herbal bisa menembus pasar nasional bahkan pasar global, sehingga, program pengembangan jamu di Jawa Tengah harus mendapatkan dukungan.
Melalui Program Idaman, lanjut Taruna, sebagai upaya untuk mempertahankan citra dan keperayaan masyarakat Indonesia terhadap jamu.
Sayangnya, berdasarkan hasil pengawasan BPOM, masih menunjukkan adanya risiko peredaran obat bahan alam ilegal dalam kandungan jamu.
"Selama 2025 BPOM Pusat melakukan sampling dan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan dan sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat," ujarnya.
Selain itu patroli Cyber BPOM menemukan lebih dari 39.000 penjualan obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan.
Di Wilayah Semarang, BPOM juga menemukan 147 item obat-bahan alam yang diduga mengandung bahan kimia obat dan atau tanpa izin edar sebanyak 13.263 pieces.
Sedangkan dalam pelaksanaan inspeksi rutin di wilayah Jawa Tengah selama 2025 hingga 2026, BPOM telah melakukan pemeriksaan terhadap 119 sarana. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan 10.267 jenis produk obat-bahan alam yang mengandung bahan kimia obat.
"Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak yang menggunakan bahan kimia obat. BPOM akan melakukan penindakan secara tegas karena efek penuntutan kita perlu lakukan," ujarnya.
Namun demikian, pihaknya juga melakukan pendampingan, agar citra jamu tetap terawat. Apalagi, berdasarkan pengakuan UNESCO pada tahun 2023, jamu adalah warisan budaya tak benda.
Sementara, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen, mengapresiasi langkah yang dilakukan BPOM Pusat yang menjadikan sejumlah daerah di Jateng menjadi pilot project program idaman.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi yang tinggi dalam pengembangan jamu tradisional. Sebagai salah satu produk ekonomi kreatif, konsumsi jamu tradisional layak didorong menjadi gaya hidup. Terlebih, potensi ekonomi dari industri jamu tradisional sangat besar.
"Kalau kita melihat di Solo, Sukoharjo, Semarang, masyarakat sudah menyajikan jamu di kafe-kafe," kata Taj Yasin. (-)
Bagikan