Koperasi Miliki Peran Strategis Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 14 April 2026 17:48 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

gub koperasi.jpg
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi pada Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jateng dan Rapat Kerja Wilayah Tahun 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, 14 April 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi menyatakan koperasi memiliki peran strategis sebagai wadah ekonomi untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, koperasi harus hadir sebagai pendamping ekonomi rakyat, terutama untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah  (UMK) agar dapat naik kelas menjadi pengusaha menengah ke atas. 

“Peran koperasi sebagai alternatif pembiayaan yang lebih sehat bagi masyarakat,” kata Ahmad Lutfi pada Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jateng dan Rapat Kerja Wilayah Tahun 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, 14 April 2026.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jateng, tercatat memiliki sebanyak 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota.

Dengan Total aset koperasi di Jawa Tengah mencapai Rp60,13 triliun, dengan volume usaha Rp43,78 triliun, serta imbal hasil kepada anggota sebesar Rp1,16 triliun.

Luthfi berharap, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih  diharapkan dapat berkembang menjadi pusat distribusi logistik dan lumbung pangan local.“Ini penting karena merupakan penguatan ekonomi di desa,” ujarnya.

Gubernur Jateng juga mendorong Dekopinwil Jawa Tengah mengambil peran lebih nyata dalam transformasi sumber daya manusia dan digitalisasi, penguatan usaha dan jaringan, serta advokasi dan perlindungan koperasi.

“Jadikan koperasi sebagai gerakan bersama membangun kesejahteraan dan keadilan,” katanya.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam kesempatan sama mengatakan, Dekopinwil Jawa Tengah diharapkan bergerak seirama dengan Kementerian Koperasi untuk menghidupkan kembali aktivitas badan usaha koperasi di daerah.

Ia menyebut, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang menonjol dalam pengembangan koperasi, terutama dalam percepatan pembentukan badan hukum KDKMP.

“Penguatan koperasi kini harus masuk ke tahap yang lebih konkret, yakni operasionalisasi KDKMP dan pengembangan kolaborasi usaha yang berdampak langsung pada ekonomi warga. Salah satunya dengan memprioritaskan produk UMKM lokal Jawa Tengah untuk masuk ke gerai-gerai koperasi desa/kelurahan.

Ferry menambahkan, gerakan koperasi juga perlu masuk ke sektor produksi kebutuhan harian masyarakat dan pascaproduksi, agar efek ekonominya lebih luas.

"Agar bisa menghidupkan industri kecil dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jateng serta menjadi terobosan untuk memecahkan berbagai masalah di masyarakat,” ujarnya.(-)