Nilai Realisasi Investasi di Jateng Semester I 2026 Tembus Rp48,54 Triliun
Semarang, Jatengaja.com - Nilai realisasi investasi di Jawa Tengah (Jateng) pada semester I (Januari-Juni) 2026 tercatat mencapai Rp48,54 triliun serta menyerap 213.217 orang tenaga kerja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari menjelaskan nilai realisasi investasi semester I 2026 berasal dari penanaman modal pada triwulan I (Januari–Maret) senilai Rp23,02 triliun, dan triwulan II (April–Juni) senilai Rp25,53 triliun.
"Alhamdulillah, realisasi investasi Jawa Tengah tumbuh 10,88 persen, dari triwulan pertama senilai Rp23,02 triliun menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan kedua, sehingga capaian semester I senilai Rp48,54 triliun," ujarnya dalam keterangan di Semarang, Rabu 28 Juli 2026.
- Undip Wisuda 5.925 Lulusan, Lebih dari 65 Persen Raih Predikat Cum Laude
- Perkuat Literasi dan Ekosistem Syariah, BI Jateng Gelar OASE 2026 di Semarang
- Komit Bangun Talenta Berkelanjutan, Telkom Raih Lestari Award 2026
Menurut Sakina, iinvestasi pada semester I 2026 didukung penanaman modal asing (PMA) senilai Rp25,92 triliun atau 53,40 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.
“Nilai realisasi investasi di Jawa Tengah sampai sekarang telah mencapai 48,99 persen dari target investasi 2026 senilai Rp99,09 triliun,” katanya.
Sakina menyebutkan lima negara asal investasi terbesar pada semester I 2026 adalah Hong Kong dengan nilai investasi Rp7,67 triliun (29,61 persen).
Kemudian Singapura Rp6,19 triliun (23,90 persen), Tiongkok Rp4,55 triliun (17,56 persen), Jepang Rp2,20 triliun (8,51 persen), dan Korea Selatan Rp1,10 triliun (4,23 persen).
Sedangkan lima daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah adalah Kota Semarang sebesar Rp6,57 triliun, Kabupaten Kendal Rp6,56 triliun, Kabupaten Batang Rp6,11 triliun, Kabupaten Temanggung Rp4,58 triliun, dan Kabupaten Demak Rp3,34 triliun.
Adapun sektor manufaktur masih mendominasi lanskap investasi di Jawa Tengah, yakni Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki sebesar Rp5,85 triliun (18,02 persen), Industri Karet dan Plastik Rp5,10 triliun (15,12 persen), Industri Kayu Rp4,73 triliun (8,42 persen), Industri Mesin, Elektronik, dan Alat Kedokteran Rp4,21 triliun (8,15 persen), serta Industri Tekstil Rp3,92 triliun (7,96 persen).
Lima daerah dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Kota Semarang sebanyak 33.900 orang, yang sebagian besar didominasi sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
- Gelar Operasi Pekat, Polda Jateng Sita Narkoba dan Miras Senilai Rp15 Miliar
- Indonesia Tuan Rumah Kompetisi Internasional Keamanan Siber 2026
- Perputaran Uang Judi Online di Indonesia Triwulan I 2026 Capai Rp40,3 triliun
Selanjutnya Kabupaten Kendal sebanyak 19.386 orang, Kabupaten Brebes 18.203 orang, Kabupaten Jepara 17.338 orang, dan Kabupaten Semarang 15.854 orang.
Guna menggalakkan investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mendorong daerah-daerah untuk mengembangkan kawasan industri.
“Langkah ini guna mendukung ketersediaan infrastruktur, dan memberikan kemudahan bagi investor yang menanamkan modal di kawasan yang telah diperuntukkan sebagai kawasan industry,” kata Sakina. (-)
