Harga Emas Naik, Jateng Alami Inflasi 0,76 Persen

Rabu, 04 Maret 2026 22:27 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

emas.jpg
Harga Emas Naik, Jateng Alami Inflasi 0,76 Persen. (ilustrasi/internet)

Semarang, Jatengaja.com - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengalami inflasi 0,76 persen (mont to mont/mtm) pada Februari 2026, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,68 persen. 

Sedangkan secara tahunan, inflasi Provinsi Jateng pada Februari 2026 sebesar 4,43% (year of year/yoy), di atas rentang sasaran 2,5±1% namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 4,76%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng, M. Nur Nugroho menyatakan , inflasi pada Februari 2026 terutama didorong kenaikan komoditas emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras. 

“Laju Inflasi tertahan oleh penurunan harga komoditas bensin, wortel, cabai hijau, bawang putih, dan kelapa,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu 4 Maret 2026.

Menurunya, Inflasi pada periode laporan terutama dipengaruhi peningkatan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau andil sebesar 0,58%; 

Komoditas penyumbang inflasi pada kelompok tersebut antara lain komoditas daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras. 

Peningkatan harga komoditas tersebut sejalan dengan masuknya periode tanam, cuaca ekstrim, dan peningkatan permintaan di tengah bulan Ramadhan 2026. 

Inflasi juga didorong Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil sebesar 0,14%, karena didorong kenaikan harga emas perhiasan seiring dengan harga emas dunia yang berada pada tren meningkat pada Februari 2026. 

“Peningkatan harga emas terjadi seiring dengan ketegangan geopolitik dan ekonomi global yang mendorong peningkatan permintaan investor terhadap aset safe haven ,” ujar Nur Nugroho.

Laju Inflasi tertahan deflasi pada Kelompok Transportasi, didorong penurunan harga bensin yang sejalan dengan penyesuaian tarif bensin yang ditetapkan pemerintah pada awal Februari 2026.

Secara spasial, seluruh kota IHK di Jawa Tengah mengalami inflasi. Adapun Inflasi tertinggi berlangsung di Kota Solo sebesar 0,90%, diikuti oleh Kota Tegal sebesar 0,86%.

Kemudian  Rembang sebesar 0,83%,  Cilacap sebesar 0,80%, Wonogiri sebesar 0,79%, Purwokerto sebesar 0,78%, Wonosobo sebesar 0,76%, Kudus sebesar 0,74%, dan Kota Semarang sebesar 0,67%.

Ke depan, untuk menjaga inflasi berada pada rentang sasaran, Bank Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan di daerah yang tergabung dalam Forum TPID Provinsi Jawa Tengah dan TPID Kota/Kabupaten se-Jawa Tengah akan terus berkoordinasi dan bekerja sama melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi. 

“Program pengendalian inflasi tersebut ditujukan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang/komoditas di Jawa Tengah sehingga inflasi dapat terjaga di rentang sasaran 2,5±1%,” kata Nur Nugroho. (-)