Embung Geblog Temanggung Senilai Rp5,7 Miliar Diresmikan

Senin, 23 Februari 2026 22:43 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

gub.jpg
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (dua dari kanan) meresmikan embung Geblok Temangggung, Senin 23 Februari 2026. (Jatengaja.com/dok. HumasPemprov Jateng)

Temanggung, Jatengaja.com - Masyarakat dan petani di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung kini memiliki embung yang airnya bisa digunakan waktu musim kemarau. 

Pembangunan Embung Geblog dengan yang menelan anggaran senilai Rp5,7 miliar bersumber dari APBD Jawa Tengah (Jateng) tahun anggaran 2025 tuntas pada Desember lalu.

Peresmian hasil pembangunan embung Geblog itu dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di didampingi Bupati Temanggung, Senin, 23 Februari 2026.

Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Desa Geblog, Suyadi menyampaikan terima kasihnya atas pembangunan embung tersebut.   

“Embung ini nanti dimanfaatkan masyarakat petani di waktu kemarau, untuk tanaman palawija maupun perkebunan. Selain itu, nanti teman-teman UMKM bisa jualan di sini apabila ini nanti diperbolehkan untuk lokasi wisata," ujarnya.

Suyadi menceritakan, sebelum adanya embung, para petani sangat kesulitan untuk mendapatkan pasokan air saat musim kemarau. Untuk menyiram pohon durian, kopi, alpukat, dan tanaman palawija, para petani harus mengambil air dari sungai menggunakan jeriken. 

Jarak sungai dan kebun lumayan jauh, berkisar antara 1-3 kilometer. Apalagi yang punya lahan di sini tidak hanya yang dekat dengan Dusun Bugel. Tapi ada yang dari Gandon, Kemloko, Kemiri, dan sekitarnya, jadi lahannya jauh.

Kapasitas tampungan embung Geblog mencapai 18.143 m³ dan dapat mengairi lahan perkebunan seluas lebih kurang 30 hektare. Komoditas utama di wilayah tersebut adalah durian dan kopi, namun ada juga beberapa petani yang menanam alpukat dan palawija.

Sementara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pembangunan embung tersebut untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Lantaran irigasi menjadi salah satu kunci untuk menyukseskan program tersebut.

"Di wilayah sini, kepala desa dan camat menyampaikan, kalau bisa ada embung yang bisa mengairi masyarakat sekitar, bisa digunakan untuk destinasi wisata, bisa digunakan untuk air baku tanah, bisa untuk pengairan. Jadi manfaatnya besar sekali," katanya.

Luthfi menegaskan bahwa ke depan akan meningkatkan jumlah embung di Jawa Tengah. idealnya ada satu embung untuk dua wilayah kecamatan. (-)