Dosen IPB Sebut Puasa Ramadan Dukung Kesehatan Reproduksi
ilustrasi
undefinedJatengaja.com - Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKG) IPB University dr. Ganot Sumulyo, SpOG, menyebutkan puasa Ramadan tidak hanya membawa manfaat bagi kesehatan secara umum, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan reproduksi dan meningkatkan peluang keberhasilan program hamil (promil).
Manfaat ini, menurut dr Ganot Sumulyo dapat dirasakan baik oleh perempuan maupun laki-laki, selama puasa Ramadan dijalani dengan pola makan serta gaya hidup yang tepat, maka berpengaruh terhadap keseimbangan hormon reproduksi dan fungsi organ penting, termasuk ovarium.
Hal ini karena puasa Ramadan dapat membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron serta mendukung proses ovulasi yang lebih sehat melalui penurunan resistensi insulin. Kondisi ini dinilai sangat bermanfaat bagi perempuan dengan polycystic ovary syndrome (PCOS).
- Cetak Sejarah, Pengikut BLACKPINK di YouTube Tembus 100 Juta
- Gubernur Jateng Minta KONI Lindungi Atlet Agar Tak Kabur
- Polda Jateng Amankan Sebanyak 67,4 Kilogram Bahan Petasan
- Pemerintah Anggarkan Rp253, 47 Triliun untuk Impor BBM ke AS
- Masjid Istiqlal Sediakan 10 Ribu Nasi Boks Gratis Buka PuasaCetak Sejarah,
“Puasa, khususnya puasa intermiten atau puasa Ramadan, dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi penderita PCOS, seperti membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar insulin dalam darah menjadi lebih stabil,” ujarnya dikutip dari Trenasia.id, yang bersumber dari laman IPB, Minggu 22 Februari 2026.
Lebih lanjut dr.Ganot menjelaskan, kadar insulin yang tinggi dapat memicu ovarium memproduksi androgen atau hormon testosteron secara berlebihan. Kondisi tersebut dapat memperparah gejala PCOS dan mengganggu proses ovulasi.
“Puasa juga dapat menurunkan kadar luteinizing hormone (LH) dan androgen, serta membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron yang dapat memperbaiki siklus menstruasi dan mendukung ovulasi yang lebih teratur,” ujarnya.
Tak hanya bagi perempuan, puasa juga dinilai berdampak positif terhadap kesehatan reproduksi pria, terutama pada mereka yang mengalami obesitas, resistensi insulin, atau kadar testosteron rendah. Meski demikian, dr. Ganot menekankan pentingnya menjaga kecukupan nutrisi selama berpuasa.
“Yang penting adalah menjaga asupan protein, lemak sehat, serta mikronutrien seperti zinc dan vitamin D saat puasa,” jelasnya.
Bagi pria dengan gangguan kualitas sperma, ia menyarankan untuk menghindari rokok, alkohol, makanan bakaran, serta stres kronis yang dapat mengganggu proses spermatogenesis.
Pasangan yang sedang menjalani promil saat Ramadan juga diimbau membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Makanan seperti gorengan, gula berlebih, dan makanan dengan indeks glikemik tinggi dinilai dapat menurunkan kualitas sperma.
Lebih lanjut, dr. Ganot merekomendasikan pola makan sehat untuk meningkatkan kualitas sperma dan ovulasi, seperti protein berkualitas tinggi (daging tanpa lemak, ikan berlemak, telur, tahu, dan tempe), lemak sehat (omega-3, minyak zaitun extra virgin, alpukat), serta karbohidrat kompleks (oat, quinoa, beras merah).
Ia juga menyarankan konsumsi sayur dan buah kaya antioksidan, sumber zinc dan folat, selenium, CoQ10, serta susu dan produk fermentasi seperti yogurt, kefir, dan tempe.
“Menjaga berat badan ideal menjadi faktor penting karena obesitas maupun berat badan terlalu rendah sama-sama dapat menurunkan peluang kesuburan,” ujarnya. (-)
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Ananda Astri Dianka pada 22 Feb 2026
