jawa tengah
Selasa, 10 Februari 2026 20:48 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Bank Indonesia (BI) merilis Jawa Tengah bulan Januari 2026 mengalami deflasi 0,35% (mont to mont/mtm), lebih tinggi dibandingkan atas deflasi nasional sebesar 0,15% (mtm).
Deflasi Jawa Tengah (Jateng) pada Januari 2026 terutama didorong penurunan harga komoditas cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras.
Laju deflasi tertahan dengan peningkatan harga komoditas emas perhiasan, bawang putih, sepeda motor, mobil, dan beras.
“Secara tahunan, inflasi Provinsi Jawa Tengah pada Januari 2026 sebesar 2,83% (year of year/yoy), relatif masih terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1% (yoy) dan juga lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,55% (yoy),” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, M. Noor Nugroho dalam keterangan tertulis, Selasa 10 Februari 2026.
Deflasi pada periode laporan terutama dipengaruhi penurunan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (-0,51%; mtm), terutama berasal dari penurunan harga cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras, sejalan dengan masuknya periode panen dan normalisasi permintaan pasca Hari Natal dan Tahun Baru 2026.
Laju deflasi tertahan inflasi Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil sebesar 0,16% (mtm), yang didorong kenaikan harga komoditas emas perhiasan (andil: 0,16%; mtm) seiring dengan harga emas dunia yang berada pada tren meningkat hingga mencapai all time high pada Januari 2026.
Peningkatan harga emas terjadi seiring dengan peningkatan permintaan investor terhadap aset safe haven akibat ketegangan geopolitik global, serta ekspektasi pemangkasan kembali suku bunga The Fed pada awal 2026.
Secara spasial, seluruh kota IHK di Jawa Tengah mengalami deflasi. Tertinggi di Kabupaten Wonogiri sebesar 0,52% (mtm), diikuti Wonosobo (0,51%; mtm), Cilacap (0,42%; mtm), Surakarta (0,38%; mtm), Purwokerto (0,36%; mtm), Rembang (0,29%; mtm), Kudus (0,26%; mtm), Semarang (0,25%; mtm), dan Tegal (0,24%; mtm).
Untuk menjaga inflasi berada pada rentang sasaran, Bank Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan di daerah yang tergabung dalam Forum TPID Provinsi Jawa Tengah dan TPID Kota/Kabupaten se-Jawa Tengah akan terus berkoordinasi dan bekerja sama melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi.
Program pengendalian inflasi tersebut ditujukan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang/komoditas di Jawa Tengah sehingga inflasi dapat terjaga di rentang sasaran 2,5±1%. (-)
Bagikan