Jumlah Penduduk Miskin Jawa Tengah Tersisa 3,34 Juta

SetyoNt - Senin, 09 Februari 2026 15:48 WIB
Penduduk Miskin Jawa Tengah tinggal 3,34 juta orang. (ilustrasi/Ismail Pohan-TrenAsia)

Semarang, Jatengaja.com - Jumlah angka kemiskinan di Jawa Tengah (Jateng) berhasil ditekan, dari sebesar 9,48% pada Maret 2025 menjadi sebesar 9,39% pada September 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno menyatakan, jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang, turun dibanding atas September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang

“Pertumbuhan kita inklusif, ini didukung oleh gini ratio di angka 0,350, yang mengindikasikan ketimpangan pendapatan antarpenduduk semakin menyempit,” ujar Sumarno akahir pekan lalu.

Sementara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37% (year on year/yoy) pada triwulan IV-2025. Capaian itu memosisikan provinsi ini di atas rata-rata pertumbuhan nasional, yang berada pada angka 5,11%.

Selain itu, tercatat Jawa Tengah juga menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa. Tidak sekadar angka makro, pertumbuhan itu terbukti berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat, dengan turunnya angka kemiskinan secara signifikan.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen menyatakan, momentum pertumbuhan yang berada di atas nasional itu harus terus dijaga, dan diarahkan untuk program-program yang menyentuh masyarakat bawah.

“Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, agar kualitas hidup mereka meningkat,” tegasnya.

Peningkatan ekonomi juga tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Jateng yang kini mencapai Rp50,82 juta, naik 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka berhasil dijaga pada angka 4,32% per November 2025.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari masih ada pekerjaan rumah pada sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang saat ini berada di angka 74,77. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS