Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Kredit Murah untuk Perkuat Daya Saing UMKM
Semarang, Jatengaja.com - Kemenag Adakan Kompetisi Fim Pendek Islami 2026 Berhadiah Puluhan Juta Rupiah
- Inovasi Terumbu Karang Buatan Berbahan Limbah Undip, Masuk Lab2Market 2026
- Gubernur Jateng Mencanangkan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026Kemenag Adakan Kompetisi Fim Pendek Islami 2026 Berhadiah Puluhan Juta Rupiah
- Inovasi Terumbu Karang Buatan Berbahan Limbah Undip, Masuk Lab2Market 2026
- Gubernur Jateng Mencanangkan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
Keberadaan UMKM, menurut Mohammad Saleh, memiliki peran strategis dalam perekonomian Jawa Tengah (Jateng). Dengan jumlah pelaku usaha yang telah mencapai lebih dari empat juta unit, sektor ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, akses permodalan harus terus diperluas agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujar Saleh di Kota Semarang.
- Perkuat Tangani Kekerasan di Lingkungan Ponpes, Kemenag Bentuk Satgasus
- Semarang Business Matching 2026 Momentum Kembangkan Pariwisata Jateng
- Saat Trafik Digital Melonjak, Cloud VPS Extreme Jaga Website Tetap Lancar
- Dongkrak Ekonomi Daerah, Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan Aglomerasi Wisata
- Mohammad Saleh Harap Akhir Tahun Sertifikasi Tanah Wakaf di Jateng 100 Persen
Lebih lanjut, Saleh menyatakan salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku UMKM.
Selama keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan mengembangkan usahanya.
“Skema KUR dengan bunga rendah perlu terus didorong karena sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.
Untuk itu Saleh, juga mendorong perbankan, termasuk Bank Jateng, untuk terus memperkuat dukungan terhadap sektor UMKM melalui berbagai program pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatat aset sebesar Rp93,97 triliun, dana pihak ketiga sebesar Rp75,80 triliun, dan penyaluran kredit mencapai Rp63,66 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Jateng berada pada level 22 persen.
Saleh menilai kondisi tersebut menjadi modal yang baik bagi perbankan daerah untuk memperluas pembiayaan produktif, khususnya kepada sektor UMKM yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian.
Penguatan akses permodalan perlu dibarengi dengan pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, serta penguatan pemasaran agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Menurut Saleh, peluang pengembangan UMKM di Jawa Tengah masih sangat besar seiring dengan kondisi ekonomi daerah yang terus menunjukkan tren positif.
Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,24 persen.
“Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor UMKM. Jika UMKM tumbuh kuat, maka ekonomi daerah juga akan semakin kokoh,” ujar Saleh. (-)
