Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong KDKMP Serap dan Pasarkan Produk Unggulan Desa
Semarang, Jatengja.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ada di seluruh wilayah Jawa Tengah agar tidak sekadar hadir sebagai lembaga usaha, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh, mendorong KDKMP harus mengambil peran lebih besar dengan aktif menyerap sekaligus memasarkan produk unggulan desa agar mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurutnya keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus menjadi wadah bagi produk-produk unggulan desa agar bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.
- Gubernur Jateng Tegaskan Pelaksanaan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 Tak AdaTitipan
- FIFA World Cup 2026 Dinilai Sebagai Piala Dunia Terbesar Sepanjang Sejarah
- Mohammad Saleh Apresiasi Pemprov Realokasikan Rp200 Miliar untuk Perbaikan Jalan
- Gubernur Jateng Gandeng KPK Benahi Tata Kelola Tambang dari Hulu Hingga Hilir
- Polda Jateng Gelar Periksa Kesehatan Gratis di Pasar Tradisional Kota Semarang
Ia menilai setiap desa di Jawa Tengah memiliki karakteristik dan kekuatan ekonomi yang berbeda-beda. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan tangan, hingga produk olahan UMKM, seluruhnya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui skema koperasi yang tepat.
“Untuk pengelolaan KDKMP tidak bisa disamaratakan. Setiap koperasi harus dibangun berdasarkan kebutuhan, potensi, dan karakteristik masing-masing desa agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat setempat,” kata Saleh di Semarang.
Berdasarkan data terbaru per 16 Mei 2026, jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah yang telah beroperasi mencapai 6.271 unit atau sekitar 73 persen dari target yang ditetapkan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.769 unit telah memiliki gedung koperasi sendiri. Capaian itu menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah gedung dan operasional KDKMP tertinggi secara nasional.
Menurut Saleh, angka tersebut menjadi modal besar bagi Jawa Tengah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat dan pemerintah desa dalam mengembangkan koperasi cukup tinggi. Tinggal bagaimana koperasi ini benar-benar produktif dan memberi manfaat ekonomi,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa jumlah besar saja belum cukup. Pemerintah daerah diminta terus melakukan pendampingan agar koperasi mampu berkembang secara profesional, mulai dari aspek manajemen usaha, pemasaran produk, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan pengelolaan yang baik, koperasi diyakini dapat menjadi jembatan pemasaran bagi produk lokal agar pelaku UMKM desa memiliki akses pasar yang lebih luas.
- Proyek PSEL Semarang Raya Senilia Rp3 Triliun Diminati Puluhan Investor Asing
- Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957
- Menko Pangan Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Pertanian Aman dan HET Tak Naik
Berawal dari Rindu pada Sang Ibu “Kalau koperasi mampu menyerap dan memasarkan produk lokal secara konsisten, maka ekonomi desa akan ikut bergerak,” ujar Ketua Golkar Jawa Tengah tersebut.
Selain menjadi saluran pemasaran, Saleh juga menilai koperasi dapat memperkuat rantai distribusi produk masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa.
“Berharap pengembangan Koperasi Desa/Kota Merah Putih di Jawa Tengah tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas pengelolaan serta dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (-)
