Warung Tetap Menjadi Sarana Perdagangan Utama Masyarakat

Sulistya - Rabu, 07 September 2022 22:10 WIB
Webinar Digitizing Indonesia’s Informal Economy di Jakarta, Selasa (6/9).

Jakarta, Jatengaja.com - Warung memiliki peran penting sebagai sarana perdagangan utama di Indonesia. Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, tercatat 76.085 desa/kelurahan atau lebih dari 80% desa/kelurahan di Indonesia mengandalkan warung sebagai sarana perdagangan utama masyarakat.

Jumlah warung sebanyak lebih dari 3,6 juta saat ini juga berkontribusi lebih dari 80% terhadap nilai perdagangan ritel di Indonesia.

CEO dan Presiden Direktur GOTOKO, Gurnoor Singh Dhillon menambahkan, dari total lebih 3 juta warung, 80% atau lebih dari dua juta warung bahkan masih dikategorikan sebagai warung yang kurang terlayani (underserved retailers).

Warung-warung ini umumnya tidak memiliki akses langsung kepada brand principal, sehingga pasokan barang mereka utamanya berasal dari agen sekunder, oleh karenanya para pemilik warung kerap menghadapi masalah dalam memenuhi pasokannya.

Kondisi ini kemudian membuat operasional bisnis warung menjadi tidak efisien dan mengurangi kemampuan mereka untuk melayani pelanggan dengan baik. Pemilik warung misalnya harus perlu menutup warungnya saat belanja kebutuhan pasokan warung sehingga mengurangi pendapatan hariannya.

Minim Akses

Minimnya akses terhadap brand principal secara langsung juga membuat pemilik warung tidak dapat mendapatkan program-program loyalitas, yang turut mengurangi marjin mereka dalam menjalankan bisnis.

“GOTOKO hadir sebagai teman terbaik warung dengan visi dan misi untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut melalui digitalisasi guna membantu pemilik warung mengembangkan bisnisnya dengan efisien, membantu meningkatkan pendapatan sekaligus taraf hidup pemilik warung beserta keluarganya,” kata Gurnoor saat Webinar Digitizing Indonesia’s Informal Economy di Jakarta, Selasa (6/9).

Gurnoor menambahkan, GOTOKO hadir dengan fokus strategi memenangkan berbagai wilayah di Indonesia, baik yang besar maupun kecil untuk mengembangkan bisnis warung, sekaligus mendorong digitalisasi warung untuk memperkokoh ekosistem bisnis warung.

Termasuk untuk membantu brand principal meningkatkan jangkauan langsungnya kepada warung untuk mendorong pertumbuhan mereka seiring dengan pertumbuhan warung. Digitalisasi juga akan mendorong integrasi ekosistem seperti sektor keuangan, hingga mendorong sektor penyimpanan data yang lebih baik yang akan membantu Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mendorong transformasi digital pelaku UMKM.

Head of Center of Digital Economy and SMEs INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini, menyampaikan, potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar, termasuk potensinya bagi UMKM.

“UMKM yang memanfaatkan teknologi digital selama masa pandemi, misalnya masuk ke digital platform untuk menjual produk dan mampu mengakses fintech untuk pembiayaan produktif, mengalami perkembangan pesat dan menolong UMKM bertahan di kondisi sulit,” ucap Eisha.

Dengan demikian, UMKM yg masuk ke ekonomi digital memiliki potensi yg lebih besar utk akses pasar, keuangan, dan sumber daya. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS