Program BeZakat Indonesia untuk Jenjang S1 Kembali Dibuka, Ini Syaratnya
Jakarta, Jatengaja.com - Program Beasiswa Zakat (BeZakat) Indonesia untuk jenjang sarjana (S1) kembali dibuka, yang diperuntukan bagi keluarga kurang mampu.
BeZakat Indonesia adalah kolaborasi antara Kementerian Agama bersama Lembaga Amil Zakat memanfatkan dana zakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Waryono Abdul Ghafur menyatakan pendaftaran program BeZakat Indonesia dibuka dari 24 Agustus hingga 7 September 2026.
- 7.515 Atlet Pelajar SD, SMP, dan SMA Ikuti Popda Jateng 2026
- Omzet UKM Jateng Corner Bandara Internasional Ahmad Yani Capai Rp439 Juta
- 2.242 Peserta akan Mengikuti Ajang MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang
“Calon peserta mendaftar secara daring dengan melengkapi data dan dokumen persyaratan melalui sistem pendaftaran Beasiswa Kementerian Agama,” katanya dilansir dari kemenag.go.id, Rabu 2 September 2026.
Menurut Waryono, beasiswa pendidikan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang strategis karena manfaatnya tidak berhenti pada penerima.
Peningkatan kapasitas mustahik melalui pendidikan diharapkan memberikan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa.
“Kita ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa untuk mengembangkan potensi dan melanjutkan pendidikan tinggi. Zakat hadir bukan sekadar sebagai bantuan, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar membangun manusia yang berkualitas,” ujar Waryono.
BeZakat Indonesia dimulai pada 2025 dan kembali dilanjutkan pada 2026. Program ini ditujukan bagi lulusan pendidikan menengah yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang Strata Satu (S1) di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang menjadi mitra program.
BeZakat 2026 diutamakan bagi mustahik dari asnaf fakir dan miskin serta mustahik berprestasi dari asnaf fi sabilillah.
Selain prestasi akademik, program ini memberi perhatian kepada calon penerima yang aktif dalam organisasi, dakwah keagamaan, dan kegiatan sosial.
Pilihan program studi mencakup: sains dan teknik, kesehatan, pertanian, ekonomi, hukum dan sosial, serta zakat dan wakaf. Program studi ini diarahkan untuk yang terakreditasi A atau Unggul.
Penerima BeZakat diharapkan tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi mampu menjadi generasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, penerima BeZakat bukan hanya mendapatkan kesempatan kuliah. Mereka juga tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan mampu mengubah kesempatan yang mereka terima menjadi manfaat bagi orang lain,” harap Wardoyo.
Pendaftaran BeZakat 2026
Pendaftaran BeZakat 2026 dibuka pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. Calon peserta mendaftar secara daring dengan melengkapi data dan dokumen persyaratan melalui sistem pendaftaran Beasiswa Kementerian Agama.
Selengkapnya, klik: Pendaftaran Beasiswa BeZakat 2026
Tahapan seleksi beasiswa ini meliputi seleksi administrasi, wawancara potensi diri, ruhiah dan akademik, serta wawancara komitmen dan kepribadian bersama orang tua atau wali. Verifikasi faktual dilakukan apabila diperlukan.
Seleksi administrasi berlangsung pada 8–15 September 2026. Tahapan wawancara dan seleksi berikutnya dilaksanakan hingga pengumuman kelulusan pada 18 November 2026. Orientasi calon penerima beasiswa dijadwalkan pada Desember 2026. (-)
