Sahari Dibuka, CJIBF 2026 Hasilkan 40 Kepeminatan Investasi Senilai Rp16 Triliun

SetyoNt - Selasa, 12 Mei 2026 23:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (dua dari kanan) dan kepala Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai membuak CJIBF 2026 di Semarang. (Jatengaja.com/SetyaNT)

Semarang, Jatengaja.com - Baru sehari dibuka, Ajang Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026 menghasilkan sebanyak 40 letter of intent (LOI) atau nota minat investasi dengan nilai mencapai Rp16 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan LOI diperoleh dari rangkaian one on one meeting antara calon investor dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha.

“40 kepeminatan atau letter of intent tersebut merupakan hasil dari one on one meeting sebanyak 21 proyek yang ditawarkan kepada calon investor,” katanya, disela mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Gala Dinner Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Senin 11 Mei 2026 malam.

Pembukaan CJIBF dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, di Ballroom Hotel PO Semarang, Senin 11 Mei 2026 siang.

Dalam CJIBF ditawarkan sebanyak 21 proyek yang kepada calon investor, yang terdiri atas 17 proyek yang mencakup sektor renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan di Jawa Tengah.

Serta empat kawasan industri utama di Jawa Tengah, yaitu Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Sakina lebih lanjut menyatakan, menjadi tugas dari DPMPTSP Jawa Tengah (Jateng) untuk mengawal kepeminatan yang kemudian sudah tanda tangan letter of intent itu.

“Kita akan kawal 40 letter of intent CJIBF supaya nantinya betul menjadi realisasi investasi,” ujarnya.

Para calon investor dari dalam dan luar negeri yang melakakukan one on one meeting, lanjut Sakina, sangat antusias pada semua sektor yang ditawarkan dan menyatakan komitmen awal untuk kerja sama bisnis atau investasi.

Adapun sektor yang menarik minat calon investor dalam negeri atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) meliputi industri manufaktur, biomassa, geothermal, industri garam, serta mocaf dan hilirisasi produk pertanian.

Untuk penanaman modal asing (PMA) ada dari Thailand, China, dan India.

“Kepeminatan itu kami kawal terus. Biasanya juga butuh waktu satu hingga tahun. Realisasi itu tergantung pada Negara asal investor untuk melakukan kajian,” katanya.

Ia menambahkan, CJIBF digelar untuk mendorong pencapaian target investasi setiap tahun. Tahun 2025 realisasi investasi di Jawa Tengah tercapai Rp110 triliun.

“Tahun 2026 ini, target investasi yang masuk diharapkan bisa melebihi tahun sebelumnya,” ujar Sakina.

Sementara, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan, CJIBF merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jateng dengan Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah untuk mempromosikan potensi investasi yang ada.

Tujuannya untuk mempertemukan pengusaha atau calon investor, baik dalam negeri maupun luar negeri, dengan pemerintah, mitra pemerintah termasuk kawasan industri.

“Kami akan terus menggenjot sektor investasi di wilayahnya, karena sektor investasi memberikan kontribusi besar dalam perekonomian daerah,” katanya.(-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS