Ratusan Anak Muda Serbu Seleksi Program Magang Kerja ke Jepang 2026
Semarang, Jatengaja.com - Program Magang kerja ke Jepang 2026 yang diadakan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Semarang diserbu ratusan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Para peserta berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Banten, Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Aziz menyatakan tercatat sebanyak 508 orang mendaftar Program Magang ke Jepang 2026.
- Vila di Bali Produksi 2.000 Cartridge Vipa THC Ilegal Digrebek Polisi
- BI Serahkan Dana Rp633,3 Juta Hasil Rupiah Borobudur Playon 2026 ke Masyarakat
- 4.000 Pelari Penuh Semangat Ikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 Sambil Berbagi
- Gerakan Nasional 1448K Titik Verivikasi Kiblat untuk Pastikan Arah Kiblat
- 2.595 Personel Polda Jateng dan Polres Jajaran Naik Pangkat
“Dari 508 pendaftar, sebanyak 401 peserta hadir mengikuti tahapan seleksi,” ujarnya di sela pembukaan seleksi magang kerja ke Jepang di Semarang, Senin 6 Juli 2026.
Peserta asal Pemalang Jawa Tengah, Bima Sujatmiko, menyatakan ikut program magang kerja ke Jepang ingin membantu ekonomi keluarga, sehingga bisa membiayai sekolah adiknya.
“Saya ingin meningkatkan ekonomi keluarga, agar bisa membiayai sekolah adik,” katanya saat mengikuti seleksi di Semarang.
Peserta asal , Nusa Tenggara Barat (NTB), Andi Ardiansyah mengatakan, sengaja mengikuti seleksi Jawa Tengah setelah mengetahui informasi pendaftaran program magang ini melalui IM Japan.
“Motivasi saya ingin belajar di Jepang, sehingga bisa mengaplikasikannya di Indonesia,” ujarnya.
Andi mengaku sempat tidak langsung melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA karena kondisi ekonomi keluarga, sehiangga merantau ke Jawa, mendapatkan beasiswa kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya, dan lulus pada Februari 2026.
Ia berharap bisa lolos seleksi dan sukses bekerja di Jepang, sehingga dapat membantu adik-adiknya agar memiliki kesempatan yang lebih baik ke depan.
“Saya ingin membanggakan negara Indonesia dan bisa memberangkatkan adik-adik saya untuk ke depannya,” kata Bima.
Sementara, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, program magang ke Jepang menjadi bukti sumber daya manusia Indonesia, termasuk Jawa Tengah, memiliki daya saing di tingkat internasional.
“Tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja negara-negara lain. Etos kerja Indonesia patut diperhitungkan di kancah internasional,” katanya.
Luthfi berpesan kepada para peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan serius serta tidak minder dengan latar belakang masing-masing.
“Berharap mereka kelak bisa menjadi duta tenaga kerja Indonesia yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” harap gubernur Jateng.
Wakil Direktur IM Japan Yamauchi Takeshi berpesan agar peserta tidak menjadikan program magang ke Jepang hanya sebagai jalan untuk mendapatkan gaji, tapi belajar etos kerja.
“Tujuan kalian bukan hanya sekadar berangkat ke Jepang, tapi adalah belajar sebanyak mungkin melalui pekerjaan di Jepang,” ucapnya.
Ia mengatakan, peserta magang harus membangun karakter yang baik, mulai dari menaati aturan, jujur, menghormati orang lain, hingga aktif belajar selama bekerja di Jepang.
“Bekerja di Jepang bukanlah hal yang mudah. Namun, ada sangat banyak hal yang bisa dipelajari,” ujarnya. (-)
