Gerakan Nasional 1448K Titik Verivikasi Kiblat untuk Pastikan Arah Kiblat
Jakarta, Jatengaja.com - Untuk memastikan kebenaran arah kiblat, Kementerian Agama (Kemenag) akan mengelar Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat di seluruh Indonesia.
Gerakan ini akan digelar pada 15-16 Juli 2026, memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Kiblat, saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah, sehingga masyarakat dapat memverifikasi arah kiblat secara mudah, akurat, dan serentak.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan, momentum Rashdul Kiblat menjadi kesempatan yang sangat tepat karena dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa memerlukan peralatan khusus maupun biaya.
- 2.595 Personel Polda Jateng dan Polres Jajaran Naik Pangkat
- OJK Ungkap Banyak Anak Muda Indonesia Terjebak Utang Pinjol
- Bupati Tegal Siap Sampaikan Penolakan Kemasan Polos Rokok ke Presiden
- Dicari Investor untuk Revitalisasi PRPP Jadi Futuristik Bertaraf Internasional
- Pemprov Jateng Hadirkan Logis, Warga Bisa Konsultasi Psikologi Secara Gratis
Untuk itu, Arsad mengajak penghulu, penyuluh agama, serta seluruh jajaran Kementerian Agama di daerah untuk menggerakkan masyarakat agar rumah, masjid, musala, sekolah, kampus, perkantoran, hingga fasilitas publik ikut berpartisipasi.
“Masyarakat dapat mendaftarkan partisipasinya melalui https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Pelaksanaan di lapangan juga dapat dilaporkan secara berjenjang apabila belum sempat melakukan registrasi daring,” katanya dilansir dari kemenag.go.id, Jumat 3 Juli 2026.
Ketua Umum Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Madari, mendukung Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat tersebut.
“Gerakan ini membantu umat Islam memastikan arah kiblat secara lebih presisi sehingga memberikan ketenangan dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.
Menurutnya, serakan ini menghadirkan kemaslahatan yang manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat, karena selama arah kiblat yang telah diverifikasi digunakan untuk salat, insya Allah pahala jariahnya akan terus mengalir kepada semua yang ikut berkontribusi.
Dengan jumlah penghulu yang mencapai lebih dari 11 ribu orang di seluruh Indonesia, Madari optimistis target partisipasi nasional dapat dicapai apabila seluruh penghulu bergerak bersama di wilayah binaannya.
“Verifikasi arah kiblat agar disampaikan kepada masyarakat melalui pendekatan yang santun dan edukatif, karena kegiatan ini bukan untuk menyalahkan arah kiblat yang telah digunakan selama ini, melainkan sebagai ikhtiar menyempurnakan akurasi arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena alam dari Allah,” katanya.
Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat merupakan salah satu rangkaian Peaceful Muharam 1448 H yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.
- Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Jateng Fair 2026 Jadi Etalase Provinsi Jawa Tengah
- Mohammad Saleh Ajak Mahasiswa Unwahas Semarang Terus Asah Nalar Kritis
- Program Tali Asih Pemprov Jateng Terbuka bagi Semua Penghafal Kitab Suci
Program ini mengusung semangat menyambut Tahun Baru Islam melalui syiar keagamaan yang edukatif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.
Program ini ditargetkan mencatatkan rekor dunia sebagai gerakan verifikasi arah kiblat terbesar yang pernah diselenggarakan.
Kementerian Agama mengajak masyarakat di seluruh Indonesia menjadi bagian dari Gerakan Nasional 1448K Titik Verifikasi Kiblat. Gerakan ini akan digelar pada 15–16 Juli 2026, memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Kiblat, saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah, sehingga masyarakat dapat memverifikasi arah kiblat secara mudah, akurat, dan serentak.(-)
