Penutupan Waisak 2026 Ditandai Terbangkan Ribuan Lampion di Candi Borobudur

SetyoNt - Senin, 01 Juni 2026 21:52 WIB
Penerbangan Ribuan Lampion di Candi Borobudur Tandai Penutupan Waisak 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Magelang, Jatengaja.com - Penutup rangkaian perayaan Waisak 2570 BE/2026 ditandai dengan penerbangan ribuan lampion dengan nyala api di kawasan objek wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang.

Penerbangan sebanyak 2.570 buah lampion perdamaian digelar di Marga Utama kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu 31 Mei 2026 malam.

Prosesi penerbangan lampion yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka itu dilakukan serentakan ribuan orang yang datang dari daerah di Indonesia, serta sejumlah Negara guna manyambut perayaan keagamaan umat Bhudda, Waisak 2026.

Mereka rela membeli tiket dari jauh-jauh hari untuk menjadi bagian dari perayaan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah penginapan di daerah Kabupaten Magelang juga banyak yang penuh terisi menjelang perayaan itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno yang hadir pada malam itu, mengapresiasi rangkaian kegiatan keagamaan yang juga mengangkat potensi perekonomian di kawasan Borobudur ini.

Menurutnya, sebagai kegiatan rutin tahunan, Peringatan Hara Raya Tri Suci Waisak telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Magelang dan sekitarnya, karena tingkat hunian homestay yang meningkat, serta pertumbuhan ekonomi UMKM sekitar candi.

“Momen ini bisa menjadi trigger atau pemicu untuk berkunjung ke Borobudur. Saat ini, umat Budha yang hadir, bukan hanya dari Jawa Tengah, tetapi dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri,” harapnya.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya menyatakan bersyukur peringatan Waisak telah membawa peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar Candi Borobudur.

“Homestay milik masyarakat terus berkembang dan mengalami peningkatan jumlah yang signifikan. Hingga seringkali tidak cukup lagi menampung kunjungan umat yang dating,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan peringatan Waisak 2026 panjang dan melibatkan banyak orang, antara lain pengobatan gratis kepada 7.000 lebih pasien, prosesi pengambilan air suci di Umbul Jumprit Temanggung, pengambilan api abadi di Mrapen, Grobogan, dan Dharma Santi Waisak dilanjutkan dengan pelepasan 2.570 lentera Waisak.

Sementara, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, serta menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.

Gibran menambahkan Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai salah satu modal kuat dalam melakukan pembangunan.

“Saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama," kata Wapres.

Hadir dalam acara itu Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS