Pertamina Tutup SPBU di Jalan Sriwijaya Semarang, Ini Alasannya

SetyoNt - Selasa, 07 April 2026 00:01 WIB
Pertamina Tutup SPBU di Jalan Sriwijaya Semarang, Ini Alasannya. (dok. Humas Pertamina Patra Niaga)

Semarang, Jatengaja.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menutup operasional SPBU 44.502.07 di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

Penutupan ini buntut insiden terjadinya kebakaran sepeda motor milik konsumen seusai mengisi bahan bakar minya (BBM) di SPBU tersebut.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyatakan SPBU di Jalan Sriwijaya akan ditutup sementara.

“Guna dilakukan pembinaan lebih lanjut oleh Pertamina, khususnya terkait aspek keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat bekerja sama dengan tim HSSE dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin 6 April 2026.

Selain itu, lanjut Taufiq, juga dilakukan perbaikan sarana dan prasarana guna memastikan standar operasional berjalan optimal. Langkah ini ambil sebagai bentuk komitmen peningkatan pelayanan dan keselamatan.

“Kami imbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan aman, terutama pada aspek kelistrikan dan sistem pembakaran, guna mencegah potensi risiko di SPBU,” ujarnya.

Masyarakat dapat memperoleh BBM di SPBU terdekat yakni SPBU 44.502.29 di Jalan Veteran dan SPBU 41.502.01 COCO di Jalan Ahmad Yani.

Taufiq menambahkan berdasarkan penelusuran fakta di lapangan dan pengecekan rekaman CCTV, kejadian bermula saat konsumen dengan kendaraan dalam kondisi mogok melakukan pengisian BBM jenis Pertamax.

Setelah pengisian, kendaraan didorong keluar dari area dispenser dan dicoba dinyalakan kembali. Pada saat tersebut muncul api yang berasal dari sistem kelistrikan atau pengapian kendaraan.

Petugas SPBU kemudian melakukan penanganan awal dengan memastikan kondisi di sekitar area pengisian dalam kondisi aman, sebelum kemudian melakukan pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga api berhasil dipadamkan.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi. Pertamina telah melakukan penelusuran dan memastikan penanganan di lapangan, serta menjadikan ini sebagai bahan evaluasi untuk penguatan aspek keselamatan dan pelayanan di SPBU,” ujarnya.

Pertamina menegaskan penggunaan APAR di SPBU tidak dipungut biaya dan merupakan bagian dari fasilitas keselamatan yang disediakan untuk kondisi darurat.

Setiap petugas SPBU juga telah dibekali pelatihan penanganan awal kebakaran sebagai bagian dari standar operasional keselamatan.

Sementara, pemilik motor yang terbakar, Chiko Relisviano Ramadhan, menyampaikan penjelasan yang transparan dari pihak SPBU telah memberikan pemahaman.

“Saya sudah mendapatkan penjelasan dari pihak SPBU dan Pertamina. Permasalahan ini sudah diselesaikan secara baik, masukan saya didengarkan dengan baik dan saya menerima hasilnya. Terima kasih atas perhatian dan tanggung jawab yang diberikan,” ungkapnya.

Operator SPBU Jalan Sriwijaya, Giyono yang bertugas pada saat kejadian, juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi dan akan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan saya ke depannya,” tuturnya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS