Jateng Ikuti Ajang Bali & Beyond Travel Fair 2026 untuk Bidik Wisatawan Asing
Bali, Jatengaja.com - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah mengikuti ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 untuk membidik wisatawan internasional.
Ajang business to business pariwisata terbesar di Indonesia yang diikuti buyer agen wisata dari berbagai negara itu berlangsung di Nusa Dua, Bali Kamis-Minggu 28-30 Mei.
Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, keikutsertaan dalam BBTF menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar internasional, sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan.
- Proses Lelang, Jalan Randublatung-Cepu Segera Diperbaiki
- Aroma Floral Sampai Nuansa Minuman Jadi Tren Parfum 2026
- 6 Tim PPK Ormawa Undip Raih Pendanaan 2026 Kemendiktisaintek
- Menhaj Mengklaim Secara Umum Pelaksanaan Ibadah Haji 2026 Berjalan Baik
- Triwulan I (Januari-Maret) 2026, Perekonomian Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen
Menururnya Bali & Beyond Travel Fair merupakan platform yang efektif untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Jawa Tengah, dengan buyer internasional yang memiliki jaringan distribusi wisatawan di berbagai negara.
“Melalui ajang ini, kami ingin memperluas pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan, bagi pelaku usaha pariwisata daerah,” kata Hanung di Bali, Minggu 31 Mei 2026.
Hanung menjelaskan dalam ajang business to business (B2B) pariwisata terbesar di Indonesia tersebut, seller asal Jawa Tengah tercatat melakukan sekitar 80 pertemuan bisnis dengan buyer dari berbagai negara, mulai Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, Eropa, hingga Timur Tengah.
Sejumlah destinasi unggulan Jawa Tengah mendapat respons positif dari buyer internasional antara lain Kawasan Borobudur, Karimunjawa, Solo Raya, dan Kota Semarang.
Kawasan Borobudur masih menjadi magnet utama karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari warisan budaya dunia, wisata spiritual, desa wisata, wisata minat khusus, hingga wellness tourism.
Sedangkan Karimunjawa dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, dengan keindahan pantai, aktivitas snorkeling dan diving, serta pengalaman wisata kepulauan yang autentik dan berkelanjutan.
Meski begitu, imbuh Hanung, Solo Raya menawarkan kekuatan pada sektor budaya dan heritage melalui keberadaan keraton, tradisi budaya Jawa, seni pertunjukan, batik, serta kuliner khas, yang menjadi daya tarik wisata berbasis pengalaman budaya.
Kota Semarang juga banyak diminati karena memadukan wisata sejarah, budaya, kuliner, dan perkotaan yang didukung aksesibilitas yang baik. Kawasan Kota Lama, wisata religi, serta potensi MICE, menjadi nilai tambah bagi pasar internasional.
“Melalui jaringan buyer yang terbangun dalam BBTF 2026, kami optimistis posisi Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di pasar global akan semakin kuat,” ujar Hanung. (-)
