Pencetus Istilah Pancasila Ternyata Adalah Pujangga Susastra Bali, I Gusti Bagus Sugriwa

SetyoNt - Rabu, 01 Juni 2022 17:30 WIB
I Gusti Bagus Sugriwa (Facebook AAGN Dwipayana) undefined

Jatengaja.com - Pencetus istilah Pancasila ternyata adalah warga Bali, I Gusti Bagus Sugriwa. Hal ini diungkapkan koordinator Staf Khusus Presiden, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana dalam akun Facebook resminya.

Dalam akun Facebook tersebut Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana mengungkapkan siapa sosok yang mencetuskan istilah Pancasila kepada Ir. Soekrno atau Bung Karno saat menyampaikan pidato pada 1 Juni 1945 silam. Berikut unggahannya.

"Saya penasaran darimana Bung Karno menemukan nama/istilah Pancasila. Bung Karno menyebutkan bahwa istilah Pancasila diperoleh dari petujuk temannya, seorang ahli bahasa.

Bung Karno tidak menggunakan Panca Dharma. Panca Dharma dianggap Bung Karno tidak tepat karena Dharma berarti kewajiban. Sedangkan yg dibicarkan Dasar. Bung Karno adalah seorang pemimpin besar yang senang dengan simbolik.

Dalam pidato 1 Juni, Bung Karno menyebutkan serba lima: Rukun Islam ada lima. Jari ada lima. Panca Indra ada lima. Pandawa juga ada lima. Dengan bilangan lima maka atas petunjuk ahli bahasa, Bung Karno memberi nama Panca-Sila. Sila artinya azas atau dasar.

Siapakah ahli bahasa itu? Darimana ahli bahasa mendapatkan istilah Pancasila?

I Gusti Bagus Sugriwa (fotonya saya angkat disini), seorang Pujangga Susastra Bali dalam ceramahnya mengenai Dharma Agama dan Dharma Negara, sering mengutip kekawin Sutasoma yang memuat istilah Panca Sila Krama.

Panca Sila Krama adalah ajaran Kasogatan/Buddha mengenai landasan etika yang terdiri dari: Ahimsa (tidak boleh membunuh), Satya (setia), Asteya (tidak boleh mencuri), Brahmacaria (taat pada ajaran agama), dan Aparigraha (tidak boleh mengacau).

Hal lain yang menarik, Sesanti Bhinneka Tunggal Ika yang ada dalam lambang Garuda Pancasila juga diambil dari Kakawin Sutasoma gubahan Mpu Tantular.

Tidak jelas apakah teman ahli bahasa Bung Karno mendapatkan istilah Pancasila dari kakawin Sutosoma yang memuat Panca Sila Krama. Tapi yang jelas Bung Karno mengenalkan istilah Panca-Sila sebagai Lima Dasar Negara, sepert yg kita kenal sampai saat ini. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Semoga Pancasila selalu Jaya...

#Pancasilakrama
#sutasoma
#sastrasaraswatisewana
#pamarisuddhageringagung
#purikauhanubud

Sebagainana diketahui Tepat 76 tahun yang lalu, Soekarno menyampaikan pidato yang menawarkan gagasan dasar negara Indonesia, yakni Pancasila.

Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), mengadakan serangkaian rapat yang dibuka pada tanggal 28 Mei 1945. Rapat tersebut diselenggarakan di gedung Chuo Sangi In yang kini dikenal dengan nama Gedung Pancasila.

Pada 1 Juni 1945, untuk pertama kalinya, Soekarno mencetuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato Soekarno pun mendapatkan sambutan baik dan diterima oleh anggota BPUPKI yang kemudian membentuk Panitia Sembilan.

Panitia Sembilan ini bertugas untuk merumuskan kembali Pancasila yang diutarakan Soekarno sebagai dasar negara Indonesia. Anggota Panitia Sembilan adalah Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, H.A. Salim, Ahmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Muhammad Yamin.

Setelah melalui serangkaian perubahan, Pancasila akhirnya dicantumkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan disahkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945.

Proses panjang perumusan dasar negara Indonesia merdeka akhirnya menghasilkan lima butir sila Pancasila, yakni Ketuhanan yang maha esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (-)

Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Ties pada 01 Jun 2022

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS