Pemprov Jateng akan Gelar Festival Literasi 2026 di Semarang

SetyoNt - Jumat, 17 Juli 2026 14:49 WIB
Bunda Literasi Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, (depan) mengatakan festival literasi akan melibatkan para pegiat literasi dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan menggelar Festival Literasi 2026 yang dipusatkan di Kota Semarang pada,September 2026.

Bunda Literasi Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, mengatakan festival literasi akan melibatkan para pegiat literasi dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, dengan beragam kegiatan.

“Festival ini dirancang menjadi ruang interaksi masyarakat dengan berbagai aktivitas literasi. Insya Allah akan dihadiri penulis Tere Liye,” kata Nawal saat menerima audiensi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Rahmah Nur Hayati di Semarang, Kamis 16 Juli 2026.

Beragam agenda telah disiapkan untuk meramaikan festival tersebut, mulai dari bedah buku, seminar, pentas seni dari berbagai perguruan tinggi, hingga berbagai perlombaan bertema literasi.

"Kami ingin mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat. Jadi bukan hanya kegiatan yang dilakukan di perpustakaan, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, dan berkarya,” ujar Nawal.

Selama penyelenggaraan festival, panitia juga menyiapkan sekitar 65 stan. Sebanyak 35 stan akan diisi perwakilan kabupaten dan kota di Jawa Tengah, sedangkan stan lainnya akan diisi oleh penerbit, percetakan, serta pelaku industri buku.

Sejumlah penerbit nasional dijadwalkan ikut berpartisipasi untuk memperkenalkan berbagai koleksi buku kepada masyarakat.

Salah satu daya tarik utama Festival Literasi Jawa Tengah adalah pameran manuskrip kitab-kitab klasik karya ulama asal Jawa Tengah.

Manuskrip tersebut akan dipamerkan kepada publik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan intelektual dan khazanah keilmuan daerah.

Di antaranya adalah manuskrip karya ulama kharismatik KH Bisri Mustofa. Yakni, ayah dari budayawan sekaligus ulama KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Manuskrip itu ditulis dalam bahasa Arab dan telah menjadi bagian penting dari sejarah keilmuan Islam di Indonesia.

Selain pameran manuskrip, festival juga akan menghadirkan berbagai kompetisi dan kegiatan edukatif. Seperti literasi untuk santri, debat mahasiswa, hingga lomba drum band bagi anak-anak PAUD.

“berharap Festival Literasi dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pegiat literasi, akademisi, penerbit, pelajar, santri, hingga masyarakat umum untuk menumbuhkan budaya membaca dan memperkuat ekosistem literasi di Jawa Tengah,” harap isri wagub Jateng ini. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS