Jumlah Kunjungan ke Perpustakaan Daerah Jateng Capai 4,3 Juta Orang

SetyoNt - Kamis, 09 April 2026 23:17 WIB
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Rahmah Nur Hayati (kiri) dan Bunda Literasi Nawal. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Jawa Tengah (Jateng) sepanjang 2025 tercatat mencapai sebanyak 4.377.263 orang, yang berasal dari berbagai kalangan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jateng, Rahmah Nur Hayati menyatakan tingginya kunjungan ini tidak lepas dari berbagai inovasi layanan yang dilakukan.

Rahmah menjelaskan, dari total kunjungan, 4.255.124 orang datang langsung ke perpustakaan, sementara 122.139 memanfaatkan layanan digital melalui platform dan aplikasi iJateng.

“Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, peneliti, dosen, hingga masyarakat umum,” katanya seusai mendampingi Bunda Literasi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, dalam kunjungan di Perpusda Jateng, Jalan Sriwijaya Kota Semarang, Kamis (9/4/2026).

Menurut Rahmah, rata-rata jumlah kunjungan bulanan mencapai 200.000 hingga 400.000 orang, dengan puncak pada Juli (695.428 orang) dan Agustus (568.886 orang).

“Secara keseluruhan, jumlah itu telah melampaui target, yaitu 3.120.000 kunjungan sepanjang 2025,” katanya.

Ia menjelaskan jumlah koleksi buku cetak di Perpustakaan Daerah Jawa Tengah mencapai 178.413 judul dengan 348.481 eksemplar, mencakup berbagai kategori.

Jenis buku yang paling digemari itu tergantung segmen, peneliti pasti sesuai dengan yang diteliti, kalau anak-anak ada bahan-bahan yang mendongeng, mewarnai, dan sebagainya.

Selain buku cetak, pihaknya juga menyediakan buku digital dan braille. Rinciannya, e-book iJateng sebanyak 22.215 judul (209.626 eksemplar), e-book tugu titik baca di ruang publik sebanyak 2.550 judul (2.550 eksemplar), serta buku braille untuk difabel sebanyak 982 judul (1.072 eksemplar)

Tingginya kunjungan ini tidak terlepas dari sejumlah inovasi. Pada 2024, Perpusda Jateng direvitalisasi dengan memperluas gedung dari semula 3.000 meter persegi menjadi 4.175 meter persegi.

Selain itu membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) ikonik, ruang audiovisual, serta memperbaiki interior gedung.

Pada 2025, inovasi dilanjutkan dengan menghadirkan Aksara Kafe D’ Rooftop di Lantai 3. Kafe berkonsep warung angkringan ini menyediakan berbagai koleksi bacaan untuk menarik minat generasi muda.

"Kafe Aksara itu salah satu inovasinya. Jadi mereka di sini bisa ngopi dan berliterasi. Jadi diskusi di tempat umum sembari ngopi, istilahnya, ngopi literasi," ungkap Rahmah.

Selain inovasi fasilitas, berbagai kegiatan literasi juga terus digalakkan, , misalnya, digelar lomba resensi, bazar buku, lomba baca puisi berantai tingkat SMA, lomba lukis tong sampah tingkat umum, serta pameran buku.

Sementara, Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah Yasin, mengajak semua pihak, mulai pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, serta pegiat dan komunitas literasi, untuk aktif terlibat.

"Butuh dukungan dan kemitraan semuanya. Sehingga pada hari ini rangkaian acara ini semoga menjadi salah satu pemicu untuk pengembangan dan peningkatan literasi di Jawa Tengah ini," ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS