Hasrat Warga Sambirejo Merawat Kebun Gizi
Welcome to Kebun Gizi Solanum Melongena. Kalimat itu terpampang di atas pintu masuk kebun gizi yang berlokasi di Dukuh Sambirejo, RT 3 RW I, Desa Talakbroto, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Beriaskan aneka bambu yang dibentuk menjadi pagar, cat merah putih pun menghiasi setiap bambu yang mengelilingi kebun gizi. Adapun pintu masuk, juga berbahan bambu yang dibentuk menjadi sebuah gapura atau kerun, begitu orang di sana biasa menyebutnya.

Hiasan yang disematkan pun tak sampai di situ. Warga di bawah komando Ketua RT 3, Nawari, juga menghias tanaman buah di kebun dengan aneka lampu hias. Jadi, pada malam hari, kebun tetap terasa hidup dengan aneka kerlap kerlip lampu merah putih.
- Parkland Podomoro Hadirkan La Promenade, Shophouse Paling Prospektif di Gerbang Kota Karawang
- Pekerjaan Ini Paling Banyak Peminatnya di Tahun 2023
- Puluhan Perancang Busana Tampilkan Karya Pada Klaten Fashion Festival 2023
Dwi Murniyati, warga setempat menjelaskan, setiap sore, ibu-ibu PKK dibantu bapak-bapak merawat kebun gizi di lahan dengan luas sekitar 150 M2 tersebut. Bersama para ibu, mereka membuat jadwal piket yang ditempelkan di lincak atau gazebo di sebelah selatan. Selain untuk estetika, gazebo yang juga terbuat dari bambu tersebut juga berfungsi sebagai tempat ngobrol dan koordinasi sesama warga.
“Kami memulai membuat kebun gizi ini pertengahan Juli lalu. Ada bantuan dari Pemerintah Desa Talakbroto, lalu kami secara swadaya bersama-sama mewujudkan Kebun Gizi Solanum Melongena ini,” tutur Bu Mur, begitu dia akrab disapa.

Dijelaskan, kebun gizi tersebut terbilang komplet karena aneka sayur yang kerap dimasak harian hampir semua ada di kebun. Mulai kangkung, selada hijau, selada merah, kol, cabai, terong, sawi, brokoli, dan berbagai sayur lainnya ada. Adapun untuk buah, di lahan milik Endang SP tersebut ada sawo, belimbing wuluh, duwet, hingga pisang pun tersedia.
Bu Mur menuturkan, selain pemenuhan gizi untuk warga RT 3, pembuatan kebun gizi dilakukan dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Nantinya, kebun gizi dari setiap RT di Desa tersebut akan dinilai oleh tim juri.
- Tim Bridge Junior Jateng Berjaya Raih 5 Emas di Kejurnas Palembang 2023
- Tagih Piutang Pemkot Semarang Rp600 Miliar, Bapenda Gandeng Aparat Penegak Hukum
- SPKS dan PT Mutuagung Lestari Tbk Fasilitasi Sertifikasi Sawit Berkelanjutan

“Kami membuat kebun gizi ini sudah sekitar tiga pekan mas, swadaya, gotong royong. Biasanya kami mengerjakan malma hari, setelah Isya. Selain tidak panas, kebanyakan warga di sini kan bekerja dan bertani pada siang hari. Kami swadaya, ada yang membawa bambu, paku, dan aneka peralatan pertukangan demi mewujudkan taman ini. Juga ada yang menyediakan kopi,teh, dan aneka snek,” tutur Soni, ditemui di lokasi ketika menata gazebo bambu.
Ya, semangat kebersamaan dan gotong royong memang semakin tergerus, namun bukan berarti budaya asli Indonesia itu sudah sirna. Terbukti di Dukuh Sambirejo, semangat gotong royong masih bisa terjaga baik. (-)