Gubernur Jateng Sebut UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

SetyoNt - Senin, 09 Maret 2026 21:34 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi (kanan) mengunjungi stand Pasar Takjil Ramadan 2026 di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin 9 Maret 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Keberadan usaha, mikro, kecil dan menangah (UMKM) tidak boleh dipandang sebelah mata karena menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Selain menjadi penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat, keberadaan UMKM juga ikut berperan dalam menekan angka pengangguran serta mengurangi kemiskinan ekstrem.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi pada pembukaan Pasar Takjil Ramadan 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Senin 9 Maret 2026.

Pasar Takjil Ramadan melibatkan puluhan pelaku UMKM kuliner dari berbagai daerah di Jawa Tengah, serta berbagai organisasi usaha, dan komunitas.

Menurut Gubernur Jateng, sektor memiliki peran penting sebagai tulang punggung ekonomi daerah, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“UMKM merupakan urat nadi perekonomian Jawa Tengah. Tugas kita bersama adalah mendorong agar mereka bisa naik kelas” katanya.

Luthfi menambahkan jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai sekitar 4,2 juta unit usaha, sehingga keberadaannya memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno menambahkan, Pasar Takjil Ramadan merupakan kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah dengan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI).

“Mudah-mudahan ini menjadi pemacu untuk mempertemukan antara yang memproduksi dengan yang membutuhkan. Harapannya transaksi tidak hanya terjadi selama kegiatan ini, tetapi juga berlanjut setelah Ramadan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Umum APJI Pusat, Tashya Megananda Yukki mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem usaha kuliner, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produknya.

“Anggota APJI saat ini sudah lebih dari 3.000 orangm ini yang tersebar di 28 provinsi, bahkan sebagian di antaranya berada di United Kingdom, Netherlands, dan Australia,” katanya.

Selain aktivitas ekonomi, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai layanan sosial bagi masyarakat, seperti layanan potong rambut gratis, layanan kesehatan gratis, serta penyaluran santunan kepada anak yatim melalui Baznas Provinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peresmian sekretariat dan creative hub bagi sejumlah organisasi, antara lain APJI Jawa Tengah, Gekrafs Jawa Tengah, dan Zilenial Jawa Tengah yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif di daerah. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS