BI Jateng Targetkan 4.000 Peserta Ikuti Rupiah Borobudur Playon 2026

SetyoNt - Senin, 25 Mei 2026 22:20 WIB
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho dan Sekda Provinsi Jateng, Sumarno (lima dan enam dari kanan) pada peluncuran Rupiah Borobudur Playon 2026. (dok. Humas BI Jawa Tengah)

Semarang, Jatengaja.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali akan menggelar ajang Rupiah Borobudur Playon 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah (Jateng), M. Noor Nugroho menyatakan target jumlah peserta Rupiah Borobudur Playon 2026 yang digelar di Magelang sebanyak 4.000 orang.

“Target peserta 4.000 orang ini perhatikan kondisi di lapangan agar pelari merasa nyaman, tapi akan ada 6.000 pengunjung sehingga total ada 10 ribu orang akan hadir dalam Rupiah Borobudur Playon 2026,” katanya dalam dalam konferensi pers peluncuran Rupiah Borobudur Playon 2026 di Kantor BI Jateng di Semarang, Senin 25 Mei 2026.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno dan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jateng, Aria Chandra Destianto.

Rupiah Borobudur Playon 2026 akan dilaksanakan di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 4-5 Juli mendatang, dengan dua kategori lari yaitu 5K dan 10K.

Lebih lanjut, Noor Nugroho menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program edukasi Bank Indonesia yang dikemas melalui pendekatan olahraga, wisata, dan aksi sosial guna mendorong pemahaman masyarakat terhadap rupiah.

Dengan mengusung semangat "Lari untuk Berbagi", seluruh penerimaan dari pendaftaran peserta akan didonasikan kepada masyarakat desa sekitar kawasan Candi Borobudur sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya pengembangan ekonomi.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan bupati Magelang untuk pemanfaatkan dana terkumpul, antara lain guna pengelolaan sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan pesan ingin disampaikan dalam Rupiah Borobudur Playon adalah mengajak masyarakat bangga dan paham rupiah sebagai alat kedaulatan bangsa.

Sementara Sekda Provinsi Jateng, Sumarno menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah bekolaboarsi tiap tahun menggelar Rupiah Borobudur Playon.

“Kegiatan lari ini juga mendukung perokomian daerah, karena banyak pelari dan pengunjung membutuhkan konsumsi makanan dan minuman, penginapan, dan lainnya,” ujarnya.

Sumarno juga mendukung hasil Rupiah Borobudur Playon digunakan untuk penanganan sampah di wilayah sekitar Candi Borobudur,” Ini bisa jadi solusi penanganan sampah,” katanya.

Ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Rupiah, meningkatkan kepedulian sosial melalui donasi, serta mendukung pengembangan ekonomi daerah dan UMKM lokal.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif.

Selain kegiatan lari, Rupiah Borobudur Playon 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai rangkaian edukasi dan hiburan, antara lain edukasi Sistem Pembayaran, Kebanksentralan dan Literasi Keuangan, showcase UMKM unggulan Jawa Tengah, kampanye transaksi digital, program wakaf digital, edukasi pengendalian inflasi pangan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), serta hiburan masyarakat.

Pada kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan beberapa seremoni Penandatanganan Nota Kesepakatan Peningkatan Literasi Rupiah di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, showcasing sistem pembayaran digital, penyerahan donasi kepada masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur, serta awarding bagi para pemenang lomba lari. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS