BI Jateng Rajut Konekvitas Sejarah, Budaya, dan Digitalisasi Lewat RBT 2026

SetyoNt - Minggu, 27 September 2026 22:21 WIB
Pertunjukan Dance Spectacle bertajuk “Two Shores, One Story, One Connection”. pada Rupiah Tresno Budaya 2026 di Semarang, Sabtu 26 September 2026. (dok. Humas BI Jateng)

Semarang, Jatengaja.com – Jejak perjalanan Laksamana Cheng Ho ke Semarang menjadi inspirasi Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah untuk menghadirkan kembali Rupiah Tresno Budoyo 2026.

Rupiah Tresno Budaya (RTB) 2026 adalah perhelatan yang mempertemukan sejarah, budaya, ekonomi, dan teknologi dalam satu wadah panggung pertunjukan yang spektakuler.

Mengusung tema “Melintasi Batas Dunia, Menjalin Konektivitas Antarbangsa: Ekspedisi Laksamana Cheng Ho, Menyatukan Jejak Integrasi Budaya dan Inovasi Teknologi”, Rupiah Tresno Budaya digelar di di Sam Poo Kong, Semarang, Sabtu 26 September 2026 malam.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rakhmi, mengatakan tema RTB 2026 terinspirasi dari perjalanan Cheng Ho yang menjadi bagian dari sejarah interaksi dan akulturasi budaya Tiongkok dan Jawa di Semarang.

“Melalui pendekatan sejarah dan budaya Bank Indonesia mengemas edukasi kebijakan secara lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, perjalanan Cheng Ho menggambarkan konektivitas antarbangsa yang terbangun melalui pelayaran dan perdagangan masa lalu, kini menemukan bentuk baru di era digital.

Jika dulu laut menjadi jalur yang mengubungkan berbagai bangsa, saat ini teknologi menghadirkan konektivitas yang semakin cepat dan tanpa batas, termasuk melalui QRIS Antarnegara Indonesia dan Tiongkok.

“Melalui QRIS antaranegara Indonesia dan Tiongkok memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran lintas negara secara mudah dan terintegrasi,” ujarnya.

Pesan tersebut divisualisasikan dalam pertunjukan Dance Spectacle bertajuk “Two Shores, One Story, One Connection”.

Pertunjukan tersebut memadukan seni tari, musik tradisional Cina dan Jawa, visual, serta teknologi untuk menggambarkan perjumpaan budaya hingga perkembangan konektivitas di era digital.

Pertunjukan melibatkan sekitar 35 penari dari mahasiswa Surakarta dan Universitas Negeri Semarang. Selain tari, rangkaian acara turut menghadirkan Gambang Semarang X Chinese, barongsai, wayang potehi, serta seni kaligrafi Cina.

RTB 2026 tak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tapi juga berbagai aktivitas edukatif dan kreatif seperti storytelling Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, Galang Uang Logam (GAUL), workshop warak ngendog dari bahan daur ulang, melukis lampion dan kipas, membatik, dan games.

Selain itu juga ada bazaar kuliner dan produk lokal bertema “Fusion Flavor” yang mempertemukan kuliner Semarang dan China, serta menghadirkan Produk kerajinan dan wastra pesisir untuk memperkenalkan potensi UMKM Jawa Tengah kepada masyarakat.

Pengunjung tak hanya memperoleh edukasi mengenai QRIS, tapi diajak mengalamani langsung penggunaan QRIS, termasuk QRIS Challenge. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.

Terkait QRIS, Plh Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rakhmi menyebutkan hingga Juli 2026, mencatat 870,01 juta transaksi dengan nominal Rp73,45 triliun.

“Untuk transaksi QRIS Antarnegara kategori inbound di Jawa Tengah tercatat 495,89 ribu transaksi dengan nominal 136,37 miliar rupiah,” katanya.

Pada puncak acara RTB diserahkan penghargaan Transaksi Non Tunai (TNT) Awards Jawa Tengah 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang mendorong elektronifikasi transaksi pemerintahan.

“Kami berharap Rupiah Tresno Budaya 2026 dapat menjadi sarana memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sistim pembayaran digital dan menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan sejarah dan budaya Indonesia, serta mengakselerasi perluasan akseptasi digital untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah semakin kuat, inklusif, dan berdaya saing,” harap Anggis Rakhmi. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌