Undip Peringkat 20 Besar Dunia, 3 Asia, dan 2 Nasional pada UI GreenMetric 2026

SetyoNt - Sabtu, 26 September 2026 22:44 WIB
Rektor Universitas Diponegoro, Prof Dr Suharnomo, S.E., M.Si menerima penghargaan UI GreenMetric 2026. (dok. Humas Undip)

Semarang, Jatengaja.com - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil menempati peringkat ke-20 dunia, peringkat ke-3 di Asia, serta mempertahankan peringkat ke-2 nasional pada UI GreenMetric World University Rankings 2026.

Capaian tersebut sekaligus menandai keberhasilan Undip mempertahankan posisi peringkat ke-2 nasional selama tujuh tahun berturut-turut, sejak 2020 hingga 2026.

Pada 2024, Undip tercatat berada di posisi ke-26 dunia dan ke-4 Asia, kemudian meningkat menjadi peringkat ke-23 dunia dan ke-4 Asia pada 2025, sebelum kembali naik menjadi peringkat ke-20 dunia dan ke-3 Asia pada 2026.

Berdasarkan hasil resmi UI GreenMetric 2026, Undip memperoleh total skor 9.337,5. Pada kategori Energy and Climate Change, Undip mencatat skor 1.900; Transportation 1.650; Waste 1.550; Education and Research 1.287,5; Governance and Digitalization 1.025; Water 1.000; serta Setting and Infrastructure 925.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof Dr Suharnomo, S.E., M.Si, menyampaikan peningkatan posisi di tingkat dunia merupakan hasil kerja sama seluruh unsur universitas dalam menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari tata kelola, pendidikan, penelitian, dan kehidupan kampus.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas academica dan keluarga besar Undip,” katanya.

Menurutnya, keberlanjutan bukan semata-mata soal peringkat, melainkan tentang bagaimana ilmu pengetahuan, inovasi, dan tata kelola universitas benar-benar memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat.

“Naiknya Undip ke peringkat 20 dunia dan 3 Asia menunjukkan bahwa transformasi yang kita jalankan berada pada arah yang semakin baik. Target tentu penting, termasuk bagaimana dapat terus meningkatkan posisinya di tingkat dunia,” ujarnya.

UI GreenMetric 2026 menghadirkan perubahan penting dalam metodologi penilaian dengan memasukkan Governance and Digitalization (GD) sebagai indikator ketujuh dengan bobot 11 persen.

Indikator tersebut mengukur, antara lain, anggaran untuk keberlanjutan, laporan keberlanjutan dan keuangan, kelembagaan yang menangani sustainability, penggunaan teknologi informasi dalam perencanaan dan pemantauan, pemanfaatan teknologi digital seperti AI dan IoT, sistem integritas dan pengaduan, hingga literasi digital.

Direktur DRKKG Undip, Prof. Hadiyanto, mengatakan bahwa perubahan indikator tersebut menjadikan kompetisi UI GreenMetric 2026 semakin menantang sekaligus mendorong universitas untuk melihat keberlanjutan secara lebih menyeluruh.

Ia menjelaskan masuknya Governance and Digitalization sebagai indikator ketujuh memberikan dimensi baru dalam pengukuran kinerja keberlanjutan perguruan tinggi.

“Tahun ini menghadirkan tantangan baru dengan masuknya Governance and Digitalization sebagai indikator ketujuh. Ke depan, UNDIP akan terus memperkuat inovasi pada seluruh indikator melalui berbagai program seperti UNDIP Zero Waste, pengolahan air buangan, dan pengembangan transportasi hijau,” jelasnya.(-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌