BI Jateng Gelar Bedah Buku dan Literasi Kebangsentralan bagi Mahasiswa

SetyoNt - Rabu, 24 Juni 2026 01:39 WIB
Kepala KPw BI Jawa Tengah , M Noor Nugroho dan mantan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan (tiga dan empat dari kanan) pada bedah buku di Undip Semarang, Senin 22 Juni 2026. (Jatengaja.com/SetyoNt)

Semarang, Jatengaja.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Bedah Buku dan Literasi Kebanksentralan bertema “Mindset Matters: Karakter, Produktivitas dan Ketahanan Ekonomi.

Acara menghadirkan Kepala KPw BI Jawa Tengah (Jateng) M Noor Nugroho sebagai keynote speaker dengan pembicara utama mantan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan pengarang buku What It Take : Southeast Asia dengan moderator Founder Makna Talks Iyas Lawrence.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari siswa SMA dan mahasiswa sejumlah perguruan tinggi tersebut berlangsung di Gedung Muladi Dome Universitas Diponegoro Semarang, Senin 22 Juni 2026.

Bedah buku juga dihadiri mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) dari berbagai kampus di Jawa Tengah.

Para peserta juga mendapatkan buku karya Gita Wirjawan berjudul What It Take : Southeast Asia.

Kegiatan juga diisi dengan penampilan Diponegoro Orchestra, bazar UMKM, booth edukatif, hingga diskon buku bagi peserta.

Kepala BI Jawa Tengah M Noor Nugroho mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Bank Indonesia dalam pengembangan SDM di wilayah Jawa Tengah.

“Kegiatan bedah buku ini dalam rangka mendukung wujud nyata kontribusi kita terhadap pengembangan sumber daya manusia,” katanya.

Selain memperkuat literasi kebanksentralan, lanjut Noor, kegiatan untuk membangun kapasitas kepemimpinan mahasiswa di tengah tantangan global yang semakin kompetitif.

Noor menilai mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki keterampilan kepemimpinan dan kemampuan adaptasi.

“Jadi bedah buku ini sangat kental dengan aspek leadership atau kepemimpinan agar bisa berkembang dan bersaing, termasuk di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Menurut Noor, pengalaman dari Gita Wirjawan yang pernah memimpin banyak organisasi, pernah menjadi kepala BKPM dan Menteri Perdagangan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam memperkuat jiwa kepimpinan.

“Pengalaman beliau (Gita Wirjawan) yang kita tularkan kepada mahasiswa, terutama dari aspek leadership,” tandasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan nonteknis yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Mahasiswa selain memiliki pengetahuan akademik juga harus punya soft skill. Tidak cukup hanya satu kemampuan, tetapi perlu multiple skill untuk pengembangan karier dan leadership ke depan,” ujarnya.

Noor Nugroho menambahkan Bank Indonesia memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari delapan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Tengah.

Delapan perguruan tinggi itu yaknia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universita Tidar Magelang, UIN Salatiga, UKSW Salatiga, Universitas Muria Kudus, dan UIN Sunan Kudus.

Sementara, Gita Wirjawan menyatakan kualitas pendidikan karakter sangat bergantung pada kualitas guru yang mendidik para siswa.

“Untuk itu, perlu peningkatan kualitas guru yang harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Gita menambahkan investasi pada guru akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kemampuan berpikir, serta keterbukaan generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS