BI dan Dekransda Jateng Perkuat UMKM Produk Wastra Naik Kelas
Semarang, Jatengaja.com - Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah mendorong UMKM agar naik kelas, terutama sektor wastra yang menjadi salah satu kekuatan Jawa Tengah.
Selain itu kerja sama dengan berbagai institusi perbankan dan lembaga keuangan untuk membuka akses bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkait pembiayaan.
“Sinergitas antara Bank Indonesia dengan Dekranas dan Deskranasda Jawa Tengah, serta berbagai pihak terkait untuk semakin memperkuat produk wastra di Jawa Tengah,” kata Deputi Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Andi Reinasari pada pameran UMKM Grande 2026 di Mall Paragon Semarang, Jumat 8 Mei 2026.
- 30.000 Rumah Tidak Layak Huni di Jateng akan Diperbaiki Melalui Program BSPS
- Kenakan Kostum Merah, Ribuan Peserta Ikuti Ajang Prambanan Mendut Interhash
- Ekonomi Jateng Triwulan I 2026 Tumbuh Kuat, Dipicu Konsumsi RT dan Investasi
- Dukung UMKM Tembus Pasar Internasional, BI Jateng Gelar Pameran UMKM Grande 2026
- 128 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Edutrip ke Singapura dan Malaysia
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan terus didorong agar naik kelas, mendunia terutama sektor wastra atau kain tradisional yang menjadi salah satu kekuatan Jawa Tengah
“Kami bersama Dekranasda terus bekerja sama untuk upaya mengembangkan UMKM, khususnya di bidang wastra, karena kita memiliki daya tarik, khususnya batik, tenun. Jadi ini yang sedang kita angkat,” ujarnya.
Pameran UMKM Grande 2026 yang mengangkat tema "Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia" diikuti 90 UMKM unggulan akan berlangsung hingga 11 Mei 2026.
Tidak hanya pameran produk unggulan, UMKM Grande juga menjadi ajang temu bisnis (business matching) serta parade busana (fashion show).
Sementara, Ketua Dekranasda Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin menyatakan UMKM menjadi fondasi penting dalam menggerakkan perekonomian Jateng.
“Penguatan ekosistem UMKM Jateng harus terus diupayakan dari hulu hingga hilir, agar semakin tumbuh, tangguh, dan mendunia,” katanya.
Istri wakil gubernur Jateng ini, menambahkan Dekranasda beserta dengan BI berkomitmen untuk membuat UMKM bisa tumbuh, tangguh, dan mendunia.
Menurut Nawal, banyak pelaku usaha lokal yang telah berhasil menembus pasar dunia. Misalnya, Naruna Ceramic asal Kota Salatiga yang telah mengekspor produknya ke 18 negara. Selain itu, Roro Kenes Semarang yang dikenal dengan produk tas anyaman kulit berkualitas tinggi, juga diminati wisatawan mancanegara.
“Bersama Bank Indonesia terus melakukan penguatan ekosistem UMKM dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut dimulai melalui program inkubasi dan pelatihan secara berkelanjutan, untuk memastikan kualitas produk UMKM,” ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, mengapresiasi gelaran UMKM Grande 2026 yang diinisiasi Bank Indonesia Jateng.
Menurut dia, kegiatan itu menarik karena dikemas dengan berbagai rangkaian, mulai dari pameran, talkshow, diskusi, hingga temu bisnis.
Istri Menteri ESDM RI tersebut berharap kolaborasi antara Dekranasda, Bank Indonesia, maupun stakeholder lainnya terus diperkuat, demi mendukung pengembangan UMKM
“Adanya kolaborasi ini, tentu juga kita bisa menambah semangat, daya saing, kepada para pelaku UMKM binaan dari BI maupun Dekranasda,” kata Sri Suparni. (-)
