Atur Keuangan Selama Ramadan agar Tak Tekor, Ini Caranya

SetyoNt - Kamis, 19 Februari 2026 12:37 WIB
null (Muhammadiyah)

Jatengaja.com - Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalankan puasa Ramadan dengan membatasi makan dan minum mulai dari waktu sahur (subuh) hingga berbuka, (mahrib) sehingga secara teori kebutuhan konsumsi harian seharusnya menurun.

Turunnya kebutuhan konsumsi ini semestinya juga pengeluaran ikut turun. Namun praktiknya, tidak sedikit orang justru mengalami peningkatan pengeluaran uang selama bulan Ramadan.

Hal ini kerap dipicu kebiasaan berbuka puasa bersama teman maupun keluarga yang sering dilakukan di restoran atau tempat makan tertentu, sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar dibandingkan hari biasa.

Melansir dari Trenasia.id, yang mengutip Bank Muamalat, Kamis, 19 Februari 2026, berikut cara mengatur keuangan Anda selama bulan Ramadan agar tidak boncos dapat dilakukan dengan beberapa hal, yaitu:

1. Buat Anggaran Khusus Ramadan

Selama Ramadan Anda dapat menyusun daftar kebutuhan utama seperti bahan makanan untuk sahur dan berbuka, pembayaran zakat, sedekah, hingga biaya kegiatan sosial.

Tetapkan batas nominal untuk setiap pos agar pengeluaran tetap terkendali. Dengan perencanaan sejak awal, Anda bisa mengatur arus kas secara terarah dan tidak baru menyadari pembengkakan biaya setelah dana menipis.

2. Hitung dan Siapkan Dana Zakat Sejak Awal

Bagi yang telah memenuhi syarat wajib zakat, perhitungkan zakat maal sebesar 2,5% dari harta yang telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun. Masukkan kewajiban ini ke dalam anggaran Ramadan agar tidak tercampur dengan kebutuhan konsumsi harian.

Menyiapkan dana zakat lebih awal membantu menjaga kedisiplinan finansial sekaligus memastikan kewajiban dapat ditunaikan tepat waktu tanpa mengganggu pos pengeluaran lain.

3. Kurangi Belanja Implulsif

Ramadan selalu identik dengan berbagai promo, diskon makanan berbuka, hingga penawaran pakaian Lebaran. Tanpa perencanaan, pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali dapat menjadi beban besar.

Cobalah membuat daftar belanja sebelum bertransaksi dan prioritaskan kebutuhan dibanding keinginan. Langkah sederhana ini efektif menekan pemborosan dan menjaga anggaran tetap sesuai rencana.

4. Rencanakan Biaya Lebaran Sejak Dini

Selain kebutuhan selama puasa, biaya menjelang Idulfitri juga perlu diperhitungkan, seperti ongkos mudik, pemberian THR untuk keluarga, serta kebutuhan hari raya lainnya. Tentukan batas maksimal pengeluaran sesuai kemampuan finansial.

Saat melakukan perencanaan, hindari menggunakan dana darurat atau berutang hanya untuk memenuhi kebutuhan musiman, karena hal tersebut dapat mengganggu stabilitas keuangan setelah Ramadan berakhir.

5. Sisihkan Dana untuk Tabungan

Meskipun pengeluaran meningkat, kebiasaan menabung sebaiknya tetap dipertahankan selama Ramadan. Sisihkan sebagian pendapatan di awal saat menerima gaji, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Cara ini membantu menjaga keseimbangan keuangan dan memastikan kondisi finansial tetap aman setelah periode Ramadan dan Lebaran selesai.

Mengelola keuangan selama Ramadan bukan berarti membatasi diri secara berlebihan, melainkan memastikan setiap pengeluaran direncanakan dengan bijak. Dengan perencanaan yang matang dan disiplin menjalankannya, kebutuhan ibadah, sosial, dan konsumsi dapat terpenuhi tanpa mengganggu kesehatan keuangan secara keseluruhan. (-)

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 19 Feb 2026

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS