Selama Ramadan, Menag dan MUI Ajak Doakan Rakyat Palestina
Jakarta, Jatengaja.com - Kementerian Agama bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh imam masjid di Indonesia untuk memperbanyak doa bagi keselamatan rakyat Palestina selama Ramadan.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan bulan Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga penguatan solidaritas kemanusiaan global.
“Ramadan adalah bulan empati dan kepedulian. Kita ingin masjid-masjid di Indonesia tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat doa dan solidaritas untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Nasaruddin Umar dilansir dari kemenag.id, Kamis (19/2/2026).
- Tarique Rahman Resmi Dilantik Jadi PM Baru Bangladesh
- Pemprov Jateng Perbaiki 4.870 Titik Jalan Berlubang
- Perbedaan Awal Ramadan 2026, MUI Jateng Tetap Jaga Persatuan
- Gubernur Jateng Minta Percepat Pemasangan Jembatan Armco
- Wapres Tanda Tangan di Sampul Hari Pertama Prangko Shio Kuda
Sementara, Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa bulan Ramadan harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan umat dan menjaga keutuhan bangsa.
Perbedaan dalam mengawali atau mengakhiri puasa, menurutnya, adalah keniscayaan dalam konteks Indonesia yang majemuk dan memiliki banyak organisasi kemasyarakatan Islam.
“Perbedaan yang dikelola dengan baik akan menjadi harmoni yang indah. Sebagai bangsa yang demokratis, kita perlu membiasakan diri untuk berbeda. Persatuan umat adalah bagian penting dari stabilitas nasional yang memungkinkan pemerintah dan rakyat membangun masa depan bangsa yang lebih baik,” ujarnya.
MUI mengingatkan bahwa perbedaan teknis atau ijtihadi dalam penentuan awal Ramadan tidak menyentuh persoalan akidah yang bersifat prinsipil (qath’i). Karena itu, umat Islam diminta tetap menjaga ukhuwah dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.
Selain itu, MUI juga mengajak umat menjalankan puasa secara paripurna, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama.
“Kita harus mempuasakan seluruh anggota tubuh dari hal-hal yang dilarang agama. Mulut dijaga agar tidak menyakiti, berdusta, atau memfitnah. Tangan juga harus dipuasakan dari menulis hal-hal yang mengadu domba di media sosial. Mari kita melahirkan jiwa yang penuh kasih sayang dan kemanusiaan,” lanjutnya.
Secara khusus, MUI menyerukan kepada para imam dan pengelola masjid di bawah naungan berbagai ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Al-Washliyah, Wahdah Islamiyah, dan lainnya, agar menggaungkan doa Qunut Nazilah selama Ramadan untuk keselamatan dan kemerdekaan rakyat Palestina.
“Kami berharap di bulan yang mustajab ini, para imam masjid memohon kepada Allah untuk kemerdekaan warga Palestina dan pertolongan bagi saudara-saudara kita di Gaza. Semoga Ramadan ini membawa keselamatan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia,” ujarnya. (-)
