500 Calon Samanera Lakukan Prosesi Tudong, Jalan Kaki dari Candi Mendut ke Borobudur
Magelang, Jatengaja.com - Sekitar 500 peserta Pabbajja Samanera melakukan prosesi Tudong yakni jalan bermeditasi merenungkan sifat-sifat luhur dari Sang Buddha Gautama.
Mereka melakukan ritual dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan dilanjutkan ke Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (24/12/2022).
Prosesi Tudong diakhiri dengan tabur bunga yang harum dan wangi oleh umat kepada ratusan peserta Pabbaja Samanera.
- Polda Jateng Imbau Nelayan dan Masyarkat Waspada Gelombang Ekstrem di Laut Jawa
- Prioritaskan Kepuasan Pelanggan, Kota Kertabumi Serah Terimakan Unit Tepat Waktu
- Pemprov Jateng Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif 2022 dari Kemendagri
- Bantu Nelayan, DKP Jateng Akan Luncurkan Aplikasi Siandin pada 2023
- Piala AFF 2022, Disaksikan Presiden Jokowi Timnas Indonesia Menang 2-1 Atas Kamboja
Ketua Panitia Penyelenggara, Fatmawati berharap dengan pelaksanaan Tudong, para Pabbajja Samanera mendapatkan pencerahan.
“Semoga Pabbajja Samanera yang telah mengikuti semoga mendapatkan pencerahan di dalam hati dan batin mereka meningkatnya keyakinan terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha,” katanya dilansir dari kemenag.go.id.
Selain itu, imbuh Fatmawati, mereka juga mendapatkan pelajaran sebagai seorang murid Sang Buddha agar dapat merefleksikan sifat-sifat luhur dari Sang Buddha di masyarakat.
Sementara, Direktur Pemasaran Pelayanan dan Pengembangan Usaha TWC Borobudur, Hetty Herawati mengapresiasi inisiatif dan kerja keras Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia bersama Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) dan elemen masyarakat, dalam menggelar acara prosesi Tudong.
“Acara yang pertama kali dengan jumlah Samanera 500 orang. Bahkan, ada juga peserta dari manca negara. Otomatis ini juga meningkatkan promosi terhadap Candi Borobudur, dan yang kami hargai adalah melibatkan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Hetty Herawati yakin Borobudur akan semakin memberikan banyak manfaat ekonomi sosial, bagi komunitas sekitar candi.Candi Borobudur juga bisa menunjukkan semangat toleransi antarumat beragama.
“Hal ini sebagai tindak lanjut MoU empat kementerian dan dua gubernur, yang akan mensuport Candi Borobudur sebagai sebuah destinasi yang mempunyai nilai spiritual,” tandasnya. (-)