30.000 Apem Kukus Keong Mas Dibagikan di Tradisi Saparan Pengging

Sulistya - Minggu, 17 September 2023 20:22 WIB
Jatengaja.com – Setidaknya 30.000 apem kukus keong mas dibagikan pada tradisi tahunan menyambut berakhirnya bulan Safar atau biasa disebut saparan. (dok/jatengprov.go.id)

Boyolali, Jatengaja.com – Ribuan orang menyemarakkan tradisi di Kawasan Wisata Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Setidaknya 30.000 apem kukus keong mas dibagikan pada tradisi tahunan menyambut berakhirnya bulan Safar atau biasa disebut saparan.

Kirab dimulai dari halaman Kantor Kecamatan Banyudono sampai Alun-alun Pengging dan Kawasan Masjid Cipto Mulyo Pengging. Rombongan diawali kerbau Kiai Slamet, pasukan bendera merah putih Paskibra Kecamatan Banyudono, diikuti pasukan Keraton Surakarta, gunungan apem keong emas dan Forkopimda Kabupaten Boyolali.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih dalam siaran persnya menuturkan, tradisi sebaran kue apem kukus keong emas dilakukan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya.

“Jadi ini adalah pariwisata budaya agar wisatawan selain dari Kabupaten Boyolali ini banyak yang berkunjung,” katanya.

Dikukus

Kue apem pada acara ini berbeda dengan kue apem umumnya. Kue apem ini dibuat dengan cara dikukus sehingga rasanya berbeda. Pada zaman pujangga Yosodipuro, keong emas merupakan hama perusak tanaman padi yang mengakibatkan gagal panen.

“Filosofi janur itu nur (cahaya). Semoga mendapatkan cahaya dari Allah Swt. Setelah itu panen berhasil. Sebagai bentuk terima kasih kepada Allah Swt sehingga yang panen kemarin gagal menjadi berhasil,” katanya.

Bupati Boyolali, M Said Hidayat mengatakan, tradisi tersebut merupakan bagian dari kekayaan Kabupaten Boyolali yang terus dilestarikan.

“Harapannya tentunya bagaimana generasi-generasi penerus akan memahami bahwa Boyolali memiliki banyak budaya tradisi yang harus terus menerus kita jaga harus kita nguri-uri,” katanya.

Perlu diketahui, tradisi sebaran apem kukus keong mas yang kerap digelar setiap Bulan Sapar pada penanggalan Jawa di Kabupaten Boyolali ini, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud) pada tahun 2020. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS